Kertas Buram

Kertas Buram

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 20, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Dark Romance
Opposites Attract
Slice of Life
"Jangan sombong-sombong, nanti ndak laku malah bingung mau nyari jodoh dimana" ucap dengan nada mencemooh itu sudah biasa. "Nanti kalau aku dapet yang aku mau kamu jangan iri" Tawa menggelegar memecah suasana tegang yang hendak terjadi, tau jika pernyataan tak masuk akal itu tidak akan pernah terjadi. Oh, yang dimaksud juga tentang dua pernyataan diatas, bukan hanya yang terakhir. Sangat sulit memang menyimpan pendapat yang bertolak belakang dengan pandangan masyarakat lawas, tradisi konyol yang anehnya masih banyak yang percaya. Padahal, kejadian buruk yang menimpa itu karena tarikan kuat dari pemikiran kuno yang kritis pengetahuan. Semesta mengabulkan apa yang pemikiran yakini dan ketakutan yang tak didasari, juga kepercayaan turun temurun yang sebetulnya sudah tidak pas dengan budaya masa kini. Rahasia yang malah menjadi bumerang dan bahan hujatan tak berprinsip, lucu bagaimana sesama manusia menghakimi hanya bermodal keyakinan diri sendiri, mengabaikan fakta dan tata krama yang seharusnya menjadi dasar pokok sebagai manusia. Norma kebutuhan sosial sebagai manusia sempurna nampaknya sudah terlupakan, lebih penting kehidupan orang lain daripada diri sendiri yang lebih menyedihkan dari tong sampah.
(CC) Attribution-NoDerivs
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • (N)ever Be Real [END]
  • The CHOICE
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Mutualism Symbiosis[Hiatus]
  • Full Moon (TAMAT)
  • kapankah ini akan berakhir
  • GEMBEL KAMPUS (END)
  • IQ (SELESAI)

~Teenfiction-Romance-Religi~ Cinta? Apa itu cinta? Bagiku cinta itu bulshit, hanya sekedar omong kosong. Aku bahkan nggak pernah menganggap bahwa cinta itu ada di dunia ini. Kalaupun cinta itu ada, itu tidak lain hanyalah sesuatu yang menorehan luka. -Aisyah- *** Dua pria, satu wanita. Antara sahabat dan cinta, keduanya sama-sama berarti dalam hidup. Entah memilih maju untuk memperjuangkan perasaan demi cinta atau malah memilih mundur merelakan perasaan demi sahabat. Keduanya memang pilihan yang sulit, tapi lebih sulit lagi ketika mengetahui bahwa wanita yang mereka cintai adalah wanita yang phobia tentang segala hal yang berhubungan dengan cinta. "Coba sebutkan satu kata yang mendefinisikan cinta menurut lo". "Bulshit". "Kenapa lo bisa nyimpulin kalau cinta itu bulshit?". "Ya emang kenyataannya gitu kan. Cinta itu cuman omong kosong. Nggak ada yang bisa dipercayai di dalam cinta". "Jadi lo benar-benar gak percaya kalau cinta itu ada?". "Iya, kalaupun cinta itu ada, itu tidak lain hanyalah sesuatu yang menorehkan luka". "Sekarang mungkin lo nggak percaya kalau cinta itu benar-benar ada, tapi suatu saat nanti lo akan menyesali perkataanmu itu. Tunggu aja Syah, akan kubuat lo benar-benar merasakan cinta dengan cara gue sendiri hingga lo lupa akan rasa sakit di dalamnya". *** Akankah Aisyah benar-benar akan merasakan cinta? Akankah mindset Aisyah akan berubah tentang cinta? Atau malah lebih memilih mementingkan egonya untuk tidak akan pernah merasakan sesuatu bernama cinta? Ikuti kisahnya dan kamu akan mendapatkan jawabannya. Siapin tissue yang banyak karena cerita ini akan mengajarkanmu arti sabar, ikhlas, dan bersyukur, serta mengajarkan arti cinta sesungguhnya. Cerita ini diadaptasi dari kisah nyata dengan dibumbui sedikit cerita fiksi untuk melengkapi kisah nyata yang kurang lengkap.

More details
WpActionLinkContent Guidelines