Kertas Buram

Kertas Buram

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 20, 2026
"Jangan sombong-sombong, nanti ndak laku malah bingung mau nyari jodoh dimana" ucap dengan nada mencemooh itu sudah biasa. "Nanti kalau aku dapet yang aku mau kamu jangan iri" Tawa menggelegar memecah suasana tegang yang hendak terjadi, tau jika pernyataan tak masuk akal itu tidak akan pernah terjadi. Oh, yang dimaksud juga tentang dua pernyataan diatas, bukan hanya yang terakhir. Sangat sulit memang menyimpan pendapat yang bertolak belakang dengan pandangan masyarakat lawas, tradisi konyol yang anehnya masih banyak yang percaya. Padahal, kejadian buruk yang menimpa itu karena tarikan kuat dari pemikiran kuno yang kritis pengetahuan. Semesta mengabulkan apa yang pemikiran yakini dan ketakutan yang tak didasari, juga kepercayaan turun temurun yang sebetulnya sudah tidak pas dengan budaya masa kini. Rahasia yang malah menjadi bumerang dan bahan hujatan tak berprinsip, lucu bagaimana sesama manusia menghakimi hanya bermodal keyakinan diri sendiri, mengabaikan fakta dan tata krama yang seharusnya menjadi dasar pokok sebagai manusia. Norma kebutuhan sosial sebagai manusia sempurna nampaknya sudah terlupakan, lebih penting kehidupan orang lain daripada diri sendiri yang lebih menyedihkan dari tong sampah.
(CC) Attribution-NoDerivs
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Moon (TAMAT)
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Rintik Hujan
  • GEMBEL KAMPUS (END)
  • TOXIC RELATIONSHIT [END]
  • Bukan Kelas Unggulan [END]
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • The CHOICE

Sedikit berbau sejarah, tapi lebih banyak di masa depannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines