Story cover for SELFISH by sawqyara
SELFISH
  • WpView
    LECTURAS 1,488
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 1,488
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado dic 08, 2022
[ON-GOING]

"You don't deserve to be called a mother!!"

"ya, aku tau"

Rumit, hanya itu yang dapat mendeskripsikan hubungan mereka. keduanya salah, keduanya juga egois, namun bisahkah mereka bersatu untuk satu nasib?.

"myyy"

"dia bukan ibumu"

"please.. ijinkanlah aku menyentuh apa yang pernah ku sia-siakan"

~~~
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir SELFISH a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#125selfish
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
Memories in Moon cover
AYARA [END] cover
Night Has Change~ cover
TANTAN ; with you [ ON GOING ]  cover
You Are My Destiny cover
CLOSER cover
I'm broken [BHS#1]✓ cover
When I happy? (TAMAT) cover

Memories in Moon

13 partes Concluida

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?