TWENTY-TWO STRONG GIRLS  (End)

TWENTY-TWO STRONG GIRLS (End)

  • WpView
    Reads 929
  • WpVote
    Votes 140
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 15, 2024
22 siswi sedang mencari jati dirinya sendiri, memulai dari mana yang seharusnya mereka lakukan. Pemeran protagonis, antagonis, dan tritagonis itu hanya bualan semata. Tidak. Mereka tidak seperti itu, mereka merangkul pundak-pundak penuh beban, yang dimana memberi semangat tanpa batas. Sudah cukup 3 tahun bersama, sudah cukup suka duka mereka lewati, dan sudah cukup hinaan dan cacian mereka terima. Kini, saatnya mereka berjalan sesuai dengan arah tujuannya, tentang masa depan dan cinta yang sudah seharusnya mereka temukan. "22 orang ini harus lulus bersama, tidak boleh kurang satu pun, mari merangkai indah masa putih abu-abu, dan mari berjalan beriringan untuk saat ini." sebuah kalimat penuh makna terucap dari bibir salah satu di antara mereka. Semoga Tuhan menyenangi upaya yang mereka lakukan, semoga Tuhan menentukan takdir yang indah untuk mereka semua, dan, semoga Tuhan membantu hari-hari buruk yang mereka lewati. 💐 NOTE : INI HANYA RANGKAIAN KATA, TIDAK MENGANDUNG DUPLIKAT CERITA MANAPUN, HARAP BIJAK UNTUK MEMBACA DAN MENGHARGAI SESEORANG! START : 10 FEBRUARI 2024 FINISH : ?
All Rights Reserved
#161
putihabu-abu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • SECRET 5TORY US
  • NANDA
  • DEAR MYSELF ACCEPTANCE [END] ✅️
  • JUSTIN [ COMPLETED ]
  • Can We Be Together?
  • ₳ ĐⱤɆ₳₥ ₮Ⱨ₳₮ ₩łⱠⱠ ₦ɆVɆⱤ ĐłɆ
  • kisah cinta alletha
  • LAKSAMANA

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines