We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Three Figuran

The Three Figuran

  • WpView
    Reads 2,488
  • WpVote
    Votes 265
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 16, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
{Jangan Lupa Follow Authornya dulu yaw} On going~ Dibaca aja dulu.. nanti juga ketagihan.. Mwehehehe~ --------- Cerita tentang tiga orang gadis yang berbeda usia namun sudah bersahabat sejak kecil, walaupun ketiganya disibukkan dengan kegiatan masing-masing namun mereka tetap kompak dan sering ngumpul bareng setiap weekend, melakukan hal-hal yang sama-sama mereka sukai. "Malam ini kita mukbang apa nih hyung?" tanya si bungsu Beyza "Bebas. kakak ikut aja" jawab Rainy yang masih asik dengan gawainya yang menampilkan manhwa Isekai di sana. "Mukbang mie goreng sama bakso bakar aja kuy?" jawab Alesya yang terlihat asik tiduran sambil membuka aplikasi yang sama dengan Rainy. "Gas keun!" sahut keduanya Merasa kekenyangan mereka bertiga pun memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan kegiatan menonton mereka, namun tanpa disadari ketiganya malah tertidur pulas dan melupakan tujuan mereka. Ketiganya tertidur pulas sampai si paling tua terbangun dan terkejut melihat sekitarnya, seingatnya mereka sepakat untuk makan dan nonton di ruang tamu rumahnya, Namun apa ini?! Bagaimana bisa mereka tertidur di tempat yang basah dan lembab tanpa alas sama sekali dan jeruji besi?, terlebih ada apa dengan pakaian mereka?? Mengapa jadi compang-camping begini??!! "Kayanya pelelangan malam ini bakal untung besar lagi nih.. emang buka pelelangan di pasar gelap itu pilihan yang tepat.. hahaha.." ucap seorang pria bertubuh besar "Iya bener.. kita pasti bakal dapat bonus besar lagi nih dari si bos hahaha.." sahut pria yang sedikit lebih pendek dari pria pertama Rainy melototkan matanya mencoba mencerna hal sebenarnya yang telah terjadi. Hingga detik berikutnya ia langsung menutup mulutnya tubuhnya luruh kebawah. "Pelelangan? Pasar gelap?! WTF?!!" "Ga bisa ga bisa.. kami harus segera kabur dari tempat ini!!!" @Queen_di06
All Rights Reserved
#229
protagonis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • The Duke's Little Bird [END]✔️
  • Villain : I'am the Main Character {END}
  • Blooming Baby
  • [1] Takdir Putri Kecil Yang Liar
  • ALZENA (THE GATE UNDER THE WATER)
  • I'm Empress of Kaisar Wang [END]
  • Aksara Lingga

Aku hampir saja membuat kesalahan besar. Sangat BESAR. Tuliskan dengan huruf kapital tercetak tebal. Besar! Jenis kesalahan yang bukan hanya mengancam keselamatanku, melainkan menyeret keluargaku kepada kehancuran. Pokoknya masalah deh. Untung bencana bisa kucegah. Andai segala ingatan "pengalaman pahit" kaum kelas bawah tidak menghantam kepalaku di waktu yang tepat, mungkin sekarang aku akan jadi manusia ngenes. Sebelum aku sempat mengikuti kemauan segerombolan cewek "iri dengki paket lengkap" yang menyuruhku mengganggu Riana Forster, putri kesayangan keluarga Forster, karena dia menjadi kekasih keluarga Gauthier ... fiuh untunglah. Untunglah! Untung saja aku sadar! Aku pun mengikuti saran para tokoh penerima isekai (berdasar pengalaman baca sih) dan memilih jalan lurus; tidak menikung, menukik, apalagi jungkir balik. Apa enaknya menginginkan cowok orang lain? Lebih baik kunikmati privilese yang kudapatkan di kehidupan kedua. Jaya! Jaya! Jayaaaaa! Akan tetapi, perkiraanku salah! Iya sih, aku tidak menjadi musuh orang penting. But, why? Why oh why sepertinya aku menjadi target orang yang seharusnya tidak aku usik? Tolong beri tahu aku letak kesalahan rencana hidup aman dan nyaman milikku sekarang juga! Astaga sumpah mati aku nggak ada rencana jadi orang jahat. Sebaiknya utamakan diskusi demi mencari mufakat. Oke? Oh apa? Calon suami? Mama, tolooooong! Kenapa ada cowok mengaku calon suamiku?

More details
WpActionLinkContent Guidelines