Sajadah di Tanah Air

Sajadah di Tanah Air

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 20, 2022
Menceritakan tentang kisah lima perempuan muda yang tengah berjuang sambil bertemu teman-teman dan beberapa musuh baru di ibu kota. Berjuang dari kerasnya hidup. Berjuang dari pergaulan bebas. Yang paling utama adalah berjuang untuk mempertahankan keimanan serta kewarasan di zaman yang sudah menggila ini. Kecuali bagi satu orang diantaranya yang atheis. Mari berkenalan dengan mereka. Mulai dari Cut Humairah yang jauh-jauh datang dari Aceh untuk menuntut ilmu. Ada Maruna gadis Timur yang berusaha mencari peruntungan. Joe Raquelyne anak Jaksel yang hidupnya liar. Euis Sadiyah gadis Sunda berasal dari desa yang melarikan diri karena perjodohan. Terakhir Cahya Ningrum, gadis Jawa dengan pakaian dan cadar hitamnya. Mereka semua dalam tahap mencari pencerminan diri, pembaharuan diri yang termasuk spiritual, kepercayaan juga pengalaman. Mereka sering mempertanyakan berberapa hal. Apa arti hidup kita? Kenapa kita bisa ada di sini? Apa yang terjadi ketika kita mati?
All Rights Reserved
#82
muslimah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 「 Our Life 」
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Dibawah Hujan [END]
  • ALLASSO (END)
  • Back to Istiqomah [END]
  • 𝐌𝐮𝐧𝐚𝐣𝐚𝐭 ✔
  • Ketentuan dari-Nya
  • HIJRAH [TAMAT]
  • Abdurrahman X Atika Zaman Now
  • Arah Yang Selaras Lagi Berpelangi

"Janji ada untuk di tepati." "Permasalahan ada untuk menjadi misi kita, dan kita... harus segera menyelesaikannya. Tentu, dengan cara yang baik." - - - - - - - - - - Mereka berenam adalah sahabat masa kecil, yang mana saat itu hampir setiap waktu mereka habiskan bersama sama, untuk bermain bahkan berpetualang dan berburu serangga. Hingga akhirnya di suatu sore saat hendak pulang, mereka membuat sebuah janji dengan kekanak kanakannya. Sembari menanamkan harapan tersebesar mereka. Yaitu, mewujudkan janji itu bersama-sama suatu saat nanti. Tetapi semua nya tidak berjalan seperti apa yang mereka harapkan. Seiring berjalannya waktu dan pertumbuhan, jarak di antara mereka pun mulai terlihat, dan perlahan mereka mulai menginjak 'waktu' yang saat kecil paling mereka hindari. Dan kini, kata 'asing' telah menjadi status hubungan mereka berenam. Walaupun begitu, 'janji' yang sudah mereka anggap konyol itu tidak pernah benar-benar mau hilang dari benak mereka. ... ... ... Apakah... mereka bisa kembali, dan mewujudkan 'janji' itu bersama-sama? Persis seperti diri mereka yang dulu harapkan? - Our Life -

More details
WpActionLinkContent Guidelines