Diriku dan awal mula kakiku

Diriku dan awal mula kakiku

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 12, 2022
Namaku kham,anak kecil,yang hadir dengan melintasi cerita di mana mana, menghabisakn sisa bersama begitu luas antara alam,teman,dan cuaca,begitu sahdu tak hirau jika suka dan duka merangkul ku begitu erat yang akan terjatuh dan bangit lagi dengan kuasamu,awal mula putus asa begitu sangat dalam, awal mula kakiku dan Disitulah aku berfikir bawah betapa sempetnya berdekatakan pada sang kuasa malinkan dimanna pun berada dengan sahduhnya membuatku sangat bersemangat hadirinya,orang bodoh saja di jalan yang mungkin Manajemen diri ini sendiri biasanya lebih condong dalam artian mengontrol perilakunya sendiri,Manusia pasi memiliki kecenderungan, yakni seperti kecenderungan positif dan kebalikannya yakni kecenderungan negatif,selalu ada dimana pikiran dan ulu hati satu sama lain membikin angka angka muncul pada mipi buruknya,bagaiaman kelanjutan cerita ini
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't call it love!
  • If we can together
  • Rasya Vs Rasyid [END]
  • Embun Pagi
  • Maria Broken Heart To My Love(Slow Update)
  • MARRIED WITH MY FRIEND
  • TOXIC!
  • THE CLIMB [Completed]
  • Crazy Marriage
  • Same love from diffrent people

Semesta rasanya tidak berpihak pada Cyntia. Tidak hanya perusahaannya yang sedang berada dibawah roda kehidupan, tetapi neneknya sakit dan terus memaksanya menikah. Orang yang ia cintai dan mencintainya pun hilang tak ada kabar. Tak ada pertolongan rasanya. Pada akhirnya pilihan terburuk muncul. Ah, mungkin tak bisa disebut pilihan. Ia harus melakukan itu dengan terpaksa. Pria yang melukiskan kehidupan kelamnya pun muncul. Konyol rasanya saat pria itu mengajaknya menikah. *** Aku tak tahu apa itu cinta. Bahkan, saat ini bagiku itu satu kata yang abstrak luar biasa. Baginya rasa yang terasa itu cinta, tetapi mengapa rasanya merusak jiwa raga. Bagiku itu bukan cinta, melainkan suatu rasa yang amat hampa. Akhirnya satu kata menjadi beda makna. "Bukankah kau sangat membenciku?" Tanyaku. Ia diam, tanpa menatap mataku. Secara tak sadar aku tersenyum sinis padanya dan aku berusaha menahan rasa kesalku. "Apakah melemparkan susu basi ke wajahku adalah bentuk rasa suka?" Aku mengungkit masa lalu. Matanya pun mulai menatap mataku. Aku takut dengan wajah itu. Di bawah meja tersembunyi tangan gemetarku. Mataku berpura-pura tegar saat bertemu matanya itu. Aku berusaha bicara meski lidahku terasa kelu. Aku berusaha berdiri tegak meski kakiku tak berdaya. Waktunya pergi dari hadapannya. Aku akan katakan terakhir kalinya. "Jangan sebut itu cinta!" "Aku melamarmu bukan karena cinta. Bukankah, seharusnya kau yang memohon padaku agar kita bisa memanfaatkan satu sama lain?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines