Tacenda

Tacenda

  • WpView
    Reads 760
  • WpVote
    Votes 207
  • WpPart
    Parts 50
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 18, 2025
Puisi yang dibuat dari hati dan pikiran yang menyatu menjadi ukiran kata yang indah dilihat oleh mata dan dirasakan oleh hati. Semua tak bisa diucapkan oleh kata-kata, tapi bisa ditulis dalam rangkaian kata yang bermakna. Tak bisa berbicara bukan berarti tak bisa melukiskan kata yang selama ini terpendam dalam dada. Semuanya bisa tercurahkan dalam setiap tulisan yang dibarengi dengan rasa yang tercipta. Penulis adalah tempatnya Kata yang tertulis adalah isinya Pembacanya adalah bingkai yang berwarna Penghargaan dan kebanggaan adalah hasilnya #selamat membaca dan semoga menyukainya...
All Rights Reserved
#96
penyair
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERLINA
  • KIARA [End]
  • You're My
  • harapan yang pupus
  • Aksara Tak Bertuan
  • Luka Lara Luna || END
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • {PERKATA} Selesai
  • Indonesian Poetry
  • Pengakuan Sang Semesta
PERLINA

Maaf, sayap rumpangku lagi-lagi patah, derai-derai air mata luluh lantak, dan karang-karang kuatku kini seringkih sutra. Tetapi, inilah caraku untuk tetap hidup dan bertahan. Sebab, andai aku gagal membuat diriku terlihat, biar aksaraku yang mengabadikanku dalam bingkai kenangan. Copyright 2019 by Aksara- Picture by rawpixel Edited by Aksara- #1 Isi (16/01/20)

More details
WpActionLinkContent Guidelines