HADAPI BADAINYA
Mereka adalah lingkaran kecil yang hangat Rey, Ezra, Omar, Daffa, Aldo, Fira, Ara, dan Dita, mereka berdelapan merupakan siswa SMA Gemintang Unggul, salah satu sekolah terbaik yang ada di Jakarta. Persahabatan mereka sangat seru, dipenuhi canda, tawa, dan kebersamaan.
Namun sebenarnya hidup mereka tidak semenyenangkan itu, dibalik tawa yang keras, mereka juga memiliki permasalalahan dihidup mereka masing-masing. Rey yang merasa kesepian sejak kehilangan sosok Ibu. Ezra yang lelah hidup dalam bayang-bayang kakaknya dan terus dibandingkan-bandingkan oleh orang tuanya. Omar yang terlalu dini memahami arti berpisah, karena pertengkaran orang tuanya lebih sering ia dengar daripada kata "tenang." Daffa yang hanya tinggal bersama Neneknya setelah kehilangan kedua orang tuanya di usia yang masih sangat kecil. Aldo yang hidup dalam keterbatasan ekonomi yang mengajarkannya sebuah perjuangan. Mereka berbeda cerita, berbeda luka namun persahabatan mereka menutupi itu semua.
Namun hidup tidak pernah berjalan mulus. Ketika TV yang berada di kantin menampilkan berita Ayah Rey, Sulaiman, diduga terseret dalam kasus korupsi yang mengguncang sekolah dan lingkungan sekitar, Daffa tidak sengaja membuat seisi kantin tahu bahwa itu adalah Ayahnya Rey. Tatapan berubah, kebencian tumbuh, dan jarak tercipta. Persahabatan yang sudah berlangsung lama itu seketika hancur. Rey harus merasakan sakit dan perasaan malu, sementara Daffa harus menghadapi amarah dan penyesalan karena kata-kata yang terucap tanpa pikir panjang.
Apakah mereka bisa memperbaiki hubungan mereka seperti dulu lagi?