Senja Di Mata Yang Diam

Senja Di Mata Yang Diam

  • WpView
    Membaca 28
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Agt 28, 2024
--- Masa lalu sering kali datang tanpa diundang. Membawa kembali kenangan yang kita kira telah lama terkubur, hanya untuk mengingatkan bahwa beberapa hal tak pernah benar-benar hilang. Seperti jejak-jejak kecil di hati yang tak tersapu oleh waktu. *Vonia* masih ingat dengan jelas, saat mereka berlari-lari di halaman kecil TK itu, tertawa tanpa beban, seolah dunia hanya milik mereka berdua. Dia tidak menyangka, bahwa senyum anak laki-laki yang selalu menemaninya di taman bermain itu akan menjadi bayangan samar yang menghantui setiap langkah dewasanya. Waktu berlalu, memisahkan mereka dengan jalan hidup yang berbeda. Namun, takdir punya cara unik untuk mempertemukan kembali dua jiwa yang pernah terikat oleh masa kecil. Alif tidak pernah menyangka pertemuan itu akan terjadi lagi. Bayangan Vonia saat kecil selalu terlintas sebagai potongan kenangan yang terkadang muncul dalam mimpi-mimpinya. Kini, bertahun-tahun kemudian, takdir membawa mereka kembali di bangku sekolah yang sama. Namun, ada sesuatu yang berubah. Di balik senyum manis dan tawa ringan yang dulu akrab di telinganya, Alif merasa ada jarak yang tumbuh di antara mereka-jarak yang tak dia pahami. Di sinilah kisah mereka dimulai, di persimpangan antara harapan masa lalu dan kenyataan yang tidak bisa dihindari. Rasa yang pernah sederhana kini berubah menjadi rumit, menjadi perasaan yang tak lagi bisa sekadar diabaikan. Vonia tahu, perasaannya tidak lagi seperti dulu. Tapi akankah Alif mengerti, atau justru memilih untuk menjauh? Beberapa cinta memang tidak pernah dimaksudkan untuk terbalas, tapi tetap layak untuk diceritakan. ---
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#784
moveon
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Vienthara
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • Cegil Komplek [00L]
  • 74/366
  • Antara Rasa dan Jarak (S1)
  • CAN YOU READ THE NEW CHAPTER FOR ME?
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • (Hiatus) Perjodohan || TRE-MON (Haruyeon)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan