Kau, dan Perkara Luka Lalu

Kau, dan Perkara Luka Lalu

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 11, 2022
Baca saja, kalau suka boleh simpan. Ini puisi orisinil, karya pernah aku ikut sertakan lomba, aku buat sedikit berbeda dan ada beberapa revisi, jadi jika kalian menemukan tulisan yang sama dibuku atau platform lain, dan tercantum namaku, Putri Anugrah Rahayu, maka itu benar memang aku. Jika tidak, mohon segera beri tahu. Terimakasih.
All Rights Reserved
#160
lalu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • Annyeong Oppa! [Terbit]
  • Rangkaian Kata (Completed)
  • SajakSesak 2 [Arief Aumar]
  • Ruang Diksi [Completed]
  • {PERKATA} Selesai
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Rintik jadi Luka
  • BAPER {SELESAI}

Highest rank #1 poetry (21/03/2025) #1 poem (12/04/2025) #1 nonfiction (23/05/2025) #1 quote (15/02/2025) #1 syair (15/02/2025) #1 words (08/02/2025) #1 puisiindonesia (02/02/2025) #1 sastraindonesia (21/02/2025) #1 berpuisi (05/05/2025) #1 perih (15/03/2025) #1 antologi (15/02/2025) #1 wattpadpoetry (02/02/2025) #1 pencintasastra (02/02/2025) #2 diksi (15/05/2025) #6 favorit (23/05/2025) #9 aksara (08/02/2025) #12 nonfiksi (19/06/2025) #13 puisi (18/08/2025) #22 rasa (12/04/2025) #60 indonesiamembaca (10/03/2025) Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** Seri Satu dari antologi puisi FOUR ©2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines