Jingga 16:24

Jingga 16:24

  • WpView
    Reads 62,024
  • WpVote
    Votes 5,558
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 14, 2023
Secangkir kopi dan sebatang rokok, menemani sore di bawah langit metropolitan, tepatnya di atas balkon gedung yang belum selesai pengerjaannya namun sudah terbengkalai selama 2 tahun,bahkan masih banyak besi panjang yang berserakan di sini. Tempat ini sudah menjadi salah satu tempat ternyaman bagiku, tempat yang bisa sedikit mengurangi rumit nya hari ini. Mataku terus menatap langit, pesawat melintas di atas sana yang terlihat sangat kecil, ingin rasanya aku berteriak "KAPAL MINTA DUIT!!!", hal konyol yang selalu aku lakukan saat masih kecil, saat kasih sayang itu masih lengkap. Persetan dengan suara kendaraan dan klakson di bawah sana, Aku tetap memfokuskan pandanganku di langit yang kini berwarna jingga, menggantungkan setiap harapan doa dari seorang anak berengsek penjual nasi uduk sepertiku namun cita-citanya setinggi langit, semoga kamu(langit) tidak keberatan..
All Rights Reserved
#103
ashel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sedu Kala
  • My handsome detective [Chrisdel] [END]
  • Cerita Tentang Langit Malam
  • See me as myself, not my twin(delshel)END
  • Déjà Vu [End]
  • Not The Wrong LDR
  • Me and My Broken Heart (Delshel)
  • Sadness
  • Tulip
Sedu Kala

Di sudut tersembunyi Jakarta, ada sebuah kafe tua bernama Sedu Kala. Kafe ini bukan sembarang tempat, pengunjung yang duduk di kursi tertentu bisa kembali ke masa lalu-dalam waktu singkat, selama kopinya masih hangat. "Sedu Kala - tempat di mana waktu menyeduh penyesalan jadi secangkir harapan." Seorang Pria berumur 49 tahun datang membawa kerinduan pada sahabat lamanya, yang kini telah tiada. Bersama putri kecil yang ditinggalkan sahabatnya, Ia menapaki waktu demi menepati janji terakhir. Seorang gadis mencoba berdamai dengan rasa bersalahnya karena tak menghadiri pemakaman ibunya. Seorang Dokter yang ingin melihat mantan kekasihnya bahagia untuk terakhir kalinya. Dan seorang polisi, hanya ingin memberi hadiah natal terakhir untuk istrinya. Mereka tahu kenyataan tidak akan berubah. Tapi siapa tahu, dalam secangkir kopi dan satu momen yang tak akan kembali, luka lama bisa menemukan jawabannya... dan hati yang lelah akhirnya bisa pulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines