Jingga 16:24

Jingga 16:24

  • WpView
    Reads 63,000
  • WpVote
    Votes 5,601
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 14, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Secangkir kopi dan sebatang rokok, menemani sore di bawah langit metropolitan, tepatnya di atas balkon gedung yang belum selesai pengerjaannya namun sudah terbengkalai selama 2 tahun,bahkan masih banyak besi panjang yang berserakan di sini. Tempat ini sudah menjadi salah satu tempat ternyaman bagiku, tempat yang bisa sedikit mengurangi rumit nya hari ini. Mataku terus menatap langit, pesawat melintas di atas sana yang terlihat sangat kecil, ingin rasanya aku berteriak "KAPAL MINTA DUIT!!!", hal konyol yang selalu aku lakukan saat masih kecil, saat kasih sayang itu masih lengkap. Persetan dengan suara kendaraan dan klakson di bawah sana, Aku tetap memfokuskan pandanganku di langit yang kini berwarna jingga, menggantungkan setiap harapan doa dari seorang anak berengsek penjual nasi uduk sepertiku namun cita-citanya setinggi langit, semoga kamu(langit) tidak keberatan..
All Rights Reserved
#9
delshel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Life, My Destiny
  • Lovely Bodyguard  [Zeeshel]
  • See me as myself, not my twin(delshel)END
  • Tulip
  • Me and My Broken Heart (Delshel)
  • Not The Wrong LDR
  • SIGMA NATIO (DelShel)
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • the story of us (delshel)

Ini kisahku, dimana ada orang yang sangat tidak memperdulikan sekitarnya,lingkungannya, dan bahkan ia tidak perduli dengan orang yang ia cintai (ia mencintai orang yang bahkan orang itu tidak mencintainya, ia tetap diam saja, ia mengabaikannya.) Orang yang awalnya tidak mementingkan apa masa depannya, orang yang selalu melihat apa yang ia lihat, bukan yang orang lain lihat (ia lebih mementingkan masa-masa kecilnya ketimbang memikirkan masa remajanya kelak.) Tapi akhirnya aku sadar, bahwa tidak selamanya aku terus disini, di masa ini, dan tidak selamanya aku akan di generasi ini. Tidak selamanya. Setelah sadar atas pola pikir ku bahwa aku tidak selamanya di generasi kecil, aku sadar bahwa Tuhan sedang memberi ku ujian dimana aku sedang mengenang masa kecil yg amat menyenangkan itu, sungguh aku merindukan nya. Inilah kisahku. ini hidupku, ini takdirku MY LIFE, MY DESTINY.

More details
WpActionLinkContent Guidelines