Jingga 16:24

Jingga 16:24

  • WpView
    Membaca 63,000
  • WpVote
    Vote 5,601
  • WpPart
    Bab 34
WpMetadataReadLengkap Sab, Jan 14, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
Secangkir kopi dan sebatang rokok, menemani sore di bawah langit metropolitan, tepatnya di atas balkon gedung yang belum selesai pengerjaannya namun sudah terbengkalai selama 2 tahun,bahkan masih banyak besi panjang yang berserakan di sini. Tempat ini sudah menjadi salah satu tempat ternyaman bagiku, tempat yang bisa sedikit mengurangi rumit nya hari ini. Mataku terus menatap langit, pesawat melintas di atas sana yang terlihat sangat kecil, ingin rasanya aku berteriak "KAPAL MINTA DUIT!!!", hal konyol yang selalu aku lakukan saat masih kecil, saat kasih sayang itu masih lengkap. Persetan dengan suara kendaraan dan klakson di bawah sana, Aku tetap memfokuskan pandanganku di langit yang kini berwarna jingga, menggantungkan setiap harapan doa dari seorang anak berengsek penjual nasi uduk sepertiku namun cita-citanya setinggi langit, semoga kamu(langit) tidak keberatan..
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#17
delshel
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tulip
  • My handsome detective [Chrisdel] [END]
  • Déjà Vu [End]
  • Sedu Kala
  • See me as myself, not my twin(delshel)END
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Me and My Broken Heart (Delshel)
Tulip

Tobi seorang mahasiswa psikologi yang bercita-cita menjadi psikiater handal dan Tulip gadis cantik seorang karbol air force academy dipertemukan di sebuah kafe yang menjadi cikal bakal sejarah cinta mereka. Perbedaan sistem pendidikan membuat kisah cintanya harus berjalan LDR, menanti momen bahagia ketika dapat melihat wajah riang dan senyum manis di pipinya. Penantian yang tak berujung dari romantika yang begitu di dambakan, Harmonisasi kebahagian dari senyum di ujung pipinya dan rona merah saat dirinya tersipu. Berharap semua berjalan sesuai ekspetasi dari situasi yang telah di telan bumi. Aku dan dia dari sejarah cinta tanpa kepastian. Bersikukuh untuk mencintai dia yang telah tiada walau ku tahu terus mencintaimu adalah patah hati yang aku ciptakan sendiri. Aku tahu hatiku tak akan pernah sama lagi, tapi aku akan baik-baik saja. Terima kasih telah menabur benih kebahagiaan dalam hidupku, terima kasih karena telah menjadi alasanku untuk berjuang. Semua momen ini membuatku yakin bahwa pertemuanku dengannya bukanlah kebetulan melainkan takdir Tuhan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan