Selendang Milik Madu

Selendang Milik Madu

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 5, 2023
"tidak istriku.... Ini bukan hanya tentang siapa yang paling lama bertahan. Tuan itu, punya prinsip, ia akan menunggu kasih yang ia dambakan sejak kelahiran keduanya." "Lalu, apakah tuan itu telah mendapatkan kasihnya sekarang?" Wanita itu tersenyum disambut senyuman renyah dari suaminya. "Tentu! tuan itu berdoa agar Tuhan mempertemukan mereka di kehidupan selanjutnya dan selanjutnya." Tawa mereka renyah dengan sesekali sang istri mengusap guratan kasar di dahi suaminya. Hal yang paling indah dari kehidupan ini adalah menemukan kasih yang hilang. Meskipun harus menunggu ratusan tahun untuk menunggu, aku akan disini dengan tangan menggenggam selendang merah kesukaanmu.
All Rights Reserved
#72
jamandulu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • my perfect revenge (End)
  • After Ten Years
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Stranger | Orine
  • DIBALIK HIJAB MASJID (TAMAT)
  • Angel To Raya (END)
  • The Time When We Fell In Love
  • Kesempatan Kedua
  • (END) Suami yang Benar-Benar Kaya adalah Bos Level Penuh

Apa yang akan kau lakukan jika ternyata semua kebahagiaan mu adalah kebohongan semata? Cherin, wanita yang mengalami trauma masa lalu, sama sekali tidak menyangka bahwa tunangannya Jacky akan berselingkuh darinya. Semua itu berawal dari isi chat yang ada didalam ponsel Jacky, isi chat dari selingkuhannya yang telah menghancurkan seluruh dunianya. Pernikahan yang akan dilaksanakan olehnya beberapa bulan lagi, akan menjadi panggung balas dendamnya. Apakah cherin berhasil melakukannya? *** "Rin.." Jacky yang berjalan sempoyongan mendekati Cherin, segera memeluknya dari belakang dan menyandarkan dagunya diatas pundak kanan Cherin. "Ukh" tanpa sadar, Cherin mengeluh jijik. Tetapi sekali lagi, Jacky yang terhanyut dalam pikirannya sendiri itu, tidak akan sadar dengan tindakan Cherin barusan. Jacky menempelkan bibirnya tepat disamping telinga Cherin dan berbisik pelan. "Aku mencintaimu..." Tidak... Kau tidak mencintaiku.. Jika ini cara kau mencintaiku. Maka terkutuklah kau Dan cintamu itu Jacky! Aku tidak menginginkan cinta murahan seperti ini! Cherin mengigit bibir bawahnya dengan keras, sambil menutup kedua matanya dan mengambil nafas panjang untuk menenangkan kembali hatinya yang sekarang tidak terkontrol... "Aku juga..." 'Aku membencimu Jacky!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines