REGANARA
  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 26, 2023
Anara baik, Regan juga baik, tetapi mereka yang tak baik. Kalimat sederhana seperti ini hendaknya dapat dipahami dengan baik oleh keduanya, tetapi mereka terlalu buta untuk menerima fakta yang ada. Bukan dunia yang tak adil, bukan takdir Tuhan yang jahat, tetapi memang itulah yang telah digariskan Tuhan dalam Lauhul Mahfuz. Manusia boleh berencana, tetapi Tuhan memiliki hak untuk menerima atau sebaliknya. Mengingat itu, Regan nyatanya sudah terlampau jauh untuk dapat Anara raih kembali. Anara hanya diberi Tuhan kesempatan untuk memandang bahagianya Regan, dan tentu saja itu berkat bantuan Zaren-- sahabat dekat Regan yang sengaja Tuhan kirimkan sebagai orang dalam yang dapat Anara gunakan untuk menjaga Regan dari kejauhan. Bukan, bukan cinta segitiga antara Regan, Anara dan Zaren. Melainkan Zaren yang dijadikan Tuhan sebagai perantara diantara keduanya. ** Start : 13/12/22 Finish :
All Rights Reserved
#698
ldr
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Patah (Telah Terbit)
  • 2190 Days of Silence
  • EPIPHANY
  • Takdir yang tak berpihak ( Versi Revisi)
  • Derana Amara
  • Fake Relationship [END]
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Kita dan Sang Pencipta

Beberapa part telah dihapus Tuhan telah membuatku patah berkali-kali, Tuhan pun telah menjauhkanku dari beberapa orang yang menurutku paling istimewa di hidupku. Aku tau bahwa ini sudah menjadi skenario Tuhan yang tak akan pernah keliru. Pun tidak mungkin Tuhan mengambil sesuatu dariku tanpa menggantikannya dengan sesuatu hal yang lebih baik. Beberapa kali aku meyakinkan diriku, bahwa Tuhan akan menakdirkan satu orang yang paling tepat yang akan mencintaiku tanpa alasan dan tanpa sebab, yang akan dengan ikhlas menerima kelebihan dan kekuranganku. Beberapa kali pun aku meyakinkan diriku, bahwa Tuhan akan menakdirkan satu orang yang paling tepat yang akan mencintaiku di keadaan yang paling tepat dan di waktu yang paling tepat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines