Home To Come Home

Home To Come Home

  • WpView
    Reads 1,768
  • WpVote
    Votes 337
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing3h 21m
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 4, 2025
Hinata Hikari adalah seorang Wizard kuat yang mengelola sebuah akademi sihir, Silver Moon. Di tahun perayaan penuh suka cita, penyerangan berdarah menjadi tragedi menyedihkan untuk Kota Ressel. Dendam di masa lalu membawa seorang pangeran kegelapan memporak porandakan tanah kelahiran Hinata. Dalam upaya penyelamatan jiwa yang tidak bersalah Hinata memberikan penawaran lain kepada sang Druid. Penawaran Hinata di terima dengan senang hati oleh si penguasa sihir kegelapan. Sayangnya, kemurahan hati dari si penjahat adalah melenyapkan kemampuan sihir sang Wizard dan menjadikannya sebagai budak rendahan yang hina. Pelecehan adalah penyiksaan yang ringan dibandingkan harus menyaksikan pembunuhan muridnya satu persatu. Dalam keadaan putus asa, Neji datang menyelamatkannya. Sayangnya, Neji tewas dalam pelariannya. Terpuruk dalam kesedihan Hinata menggunakan upaya terakhirnya untuk membuat segel penghancuran diri dan melenyapkan pengaruh sihir gelap di seluruh Kota Ressel. ... Tapi... 'Wah.. bayimu cantik sekali Hitomi. Siapa namanya?' 'Eh. Bayi?' 'Hinata. Hinata Hyuuga.' Ini....Apa maksudnya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARC II: Era Sebelum Definisi
  • Antara Dua Dunia: Kisah Cinta Kita
  • C | Senja Terakhir Kita
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • BENAR UNTUKMU [C]
  • Mawar Terakhir | (COMPLETED)
  • Kepada Yang Telah Melangkah Jauh
  • The Lonely Millionaire Volume 1
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • π’π‘πž'𝐬 𝐌𝐲 πŽπ›π¬πžπ¬π¬π’π¨π§ { π—’π—š }

Pengantar ARC II: Era Sebelum Definisi Sebelum huruf punya suara, sebelum kata punya makna, sebelum manusia tahu cara menyebut dirinya sendiri-ada era yang hanya bisa dirasakan, bukan dijelaskan. Di Era Sebelum Definisi, kita tidak lagi bicara tentang huruf sebagai simbol. Kita memasuki ruang di mana makna belum memilih bentuk, dan waktu belum tahu arah. Ini adalah wilayah pralinguistik-dimensi sebelum bahasa, sebelum identitas, sebelum dunia memutuskan untuk menjadi nyata. Ilya, yang telah menyentuh ayat terlarang di ARC I, kini harus menghadapi ruang yang bahkan huruf pun enggan menetap di dalamnya. Di sana, nama bukan identitas. Suara bukan komunikasi. Dan definisi... adalah ancaman. Zaha memperingatkan: "Jika kamu bicara terlalu cepat, kamu akan menulis sesuatu yang belum siap dibaca. Tapi jika kamu diam terlalu lama, kamu akan menjadi bagian dari kehampaan itu sendiri." ARC ini bukan sekadar kelanjutan. Ia adalah penghapusan struktur, pengujian makna, dan pembukaan ruang bagi huruf-huruf yang belum pernah disebut.

More details
WpActionLinkContent Guidelines