Kilat Mata Dendam

Kilat Mata Dendam

  • WpView
    Membaca 62
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Agt 27, 2024
WpInfo
Fiksi
Fantasi
Dendam, adalah racun paling berbahaya bagi manusia. Ia lahir dari rasa sakit hati yang tak terperikan atau duka yang mendalam. Muncul berbentuk tuntutan agar sakit hati dan duka yang sama harus terbalaskan. Mau tidak mau, dendam menagih pembalasan. Ibarat api, dendam itu memantik kobaran amarah mengubahnya jadi ambisi yang menyala-nyala. Demikianlah mengapa dendam terus menjadi momok mematikan yang selalu menjerumuskan orang ke dalam lembah penyesalan. Mereka yang termakan dendam akan melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya. Tak peduli resiko apapun yang akan mereka hadapi, bahkan meski itu maut sekalipun. Sebab, dendam tetaplah dendam. Hidup atau mati, luka dibalas luka mesti lunas terbayarkan. Di kisah ini, dua orang pemuda bertualang menjemput takdir masing-masing. Membawa dendam dan menuntut pembalasan. Akankah mereka pulang membawa kepuasan? Atau maut menjadi harga yang mesti dibayarkan? ~Riz-Q Saberka.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#143
sakti
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • THE LOST LOVE
  • SINGGASANA CHARLESTON
  • 𝔄𝔰𝔥𝔢𝔰 𝔬𝔣 𝔱𝔥𝔢 𝔉𝔞𝔩𝔩𝔢𝔫
  • Zero-sum Love [FIN]
  • Diary Anara
  • ANUBIS : Vendetta Code A
  • AWAYAN
  • ARABELLA
  • the first month for three lives
  • Moon princess. Death princess.

"Balaskan dendamku untukmu." - Andina Inaya. "Entah dari siapa dan kepada siapa Saya harus membalas dendam ini." - Aji Sagara. "Saya tidak akan memaafkan orang yang telah membunuh orang tua saya. Akan Saya bongkar sendiri semua kejahatan yang telah membunuh kedua orang tua Saya." - Marshel Alvino. Dalam keadaan jiwa yang tertukar, Marshel dihadapkan dengan pilihan yang berat. Bagaimana kalau jiwa yang dititipkan itu salah dalam memilih takdir untuk tubuh yang saat ini tengah ia singgahi? Bagaimana kalau ia harus menetap di tubuh yang tidak ia kenal ini untuk selamanya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan