Le Monde est à Nous

Le Monde est à Nous

  • WpView
    Reads 311
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 8, 2023
"How about sperm donor?" lelaki yang tengah menyetir menoleh sekilas ketika perempuan di sebelahnya ini berbicara melantur-sepsrti biasa. Tidak ada raut terkejut ketika mendengar pembicaraan ini dari perempuan di sebelahnya. "Kenapa?" Perempuan itu menggeleng sebelum menyandarkan tubuhnya, "Gue pengin punya anak." "Nikah," jawab lelaki itu dengan tenang sambil ia memutar stir kemudinya. lelaki itu mengangkat satu alisnya ketika hanya ada helaan napas berat dari sampingnya. Perempuan itu melirik sekilas temannya yang sebentar lagi akan menikah-menikah? pemikiran itu tidak pernah berada di pikirannya "Gue nggak mau nikah- and that's my choice, but i want to have a child." Perempuan itu menatap gedung-gedung yang tinggi menjulang di depannya. Ketika orang-orang di zaman ini menginginkan yang namanya child free berbeda dengannya yang menginginkan husband free-karena menurutnya mempunyai anak lebih gampang dibandingkan mempunyai suami, entah darimana pemikirannya ini ia dapatkan. Namun msmbayangkan menikah membuat ia bergidik ngeri. ketika ia bisa menghasipkan uang sendiri kenapa ia harus merepotkan diri? merepotkan ketika memiliki suami yang harus ia layani. perempuan itu mungkin akan di coret dari kartu keluarganya ketika pemikiran ini ia keluarkan. benar kata pepatah bahwa silence is gold. dan ia akan memikirkan gimana caranya bisa membuat anak tanpa sex dan mempunyai suami. Ya ia harus memikirkannya.
All Rights Reserved
#313
toxic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Way To You (END)
  • Beyond The Limit | TAMAT ✔
  • Sahabat ... Nikah, Yuk! [Republish]
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • CURE | MOVE ON SERIES
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • Bukan Salah Karma [Terbit]

"Apa Pa? Menikah? Papa mau ngancurin hidup Arka seberapa jauh lagi?" dan satu tamparan mendarat di pipi gue. "Jangan bodoh Arka, menikah itu hanya pekara status, tidak akan ada yang berubah, kebebasan kamu masih seperti dulu." . . . "Lo beneran dipaksa nikah? Bokap lo bener-bener gila, dia gak tahu atau memang gak mau tahu? Menikah sama lo itu artinya perempuan itu siap masuk dalam kawasan berbahaya kapan aja." "Lo gak liat muka prustasi gue sekarang? Gue bahkan hampir gila ngebayanginnya Fa, ngurusin hidup gue sendiri aja gue cukup kelimpungan, nah lo bayangin gue disuruh nikah? Gue kudu kerja ekstra kalau masih mau bertahan hidup" "Jadi apa rencana lo?" "Menolak nikah udah gak mungkin, Anindya Putri tunggal dari Hanif Grup, selidiki semua tentang dia dan kasih gue informasinya secepat yang lo bisa!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines