The Reason I Smile

The Reason I Smile

  • WpView
    LECTURAS 43
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, dic 17, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
"Gue suka senyum lo" "Tapi gue gak suka senyum" ujar Shelva Alfano Danandyaksa, seorang ketua OSIS yang sangat disiplin dan tegas, mempunyai wajah yang tampan dan selalu menjadi incaran para wanita di sekolahnya SMA BhumiSakti, siapa sangka dirinya yg ekstrovert menyukai seorang perempuan yang sangat tertutup dan pelit akan senyum. Shelva Navy Genata, senyum yang sangat jarang perempuan itu tunjukkan, namun sekalinya dia senyum mampu meluluhkan siapa saja yang melihatnya. Keduanya memiliki masa lalu yang menyakitkan dan kelam, apakah mereka sanggup untuk bangkit dari masa lalu? Bagaimana kisah Fano dan Shelva akan terukir? apakah Fano bisa mengukir senyum di bibir Shelva agar selalu terlihat?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Giant Baby [COMPLETED]
  • FIONNA
  • My Killer Ketos (New Version-Sudah Terbit)
  • DACE
  • AL - TA [END]
  • KETUA OSIS
  • 90 Hari Mengejar Cinta Alvaro[End]
  • ALVARO : Love Is Sunset
  • Ketua OSIS (HIATUS)

Satu sekolah gempar saat mengetahui pentolan sekolah ternyata sudah memiliki seorang kekasih, di tambah lagi dengan fakta yang ternyata kekasihnya adalah Sekretaris OSIS, membuat mereka semakin heboh. "Kok lo mau sih sama Keirlan? secara dia kan bertolak belakang banget sama tipe lo," ujar seorang teman sekelasnya pada Kimberly. Kimberly menatap teman sekelasnya bingung, "kata siapa?" tanyanya. "Kata yang lain, tipe lo kan modelan kaya David atau Gabriel gitu. Iya, kan?" Kimberly tertawa kecil. Gadis di depannya ini mana tahu sifat Keirlan di luar dan saat bersamanya sangat bertolak belakang. "Keirlan aslinya nggak seserem itu kok," balas Kimberly. "Ya, dia emang nggak serem kalo sama lo doang. Beda lagi kalo sama kita-kita," sahut salah satu sahabat Kimberly yang sedari tadi hanya menyimak. "Bener, tuh! gue cuma lewat samping dia aja udah merinding, auranya gelap banget gilak!" seru sahabat Kimberly yang lain. "Ih udah, nggak boleh ngomongin orang. Dosa, tau!" sela sahabat Kimberly yang satunya lagi sebelum pergibahan ini berlanjut dan menjalar sampai kemana-mana. Kimberly tersenyum tipis. Andai mereka tahu kalau sifat Keirlan itu sangat manja, pasti ketiga sahabatnya ini tidak akan pernah melihat Keirlan dengan tatapan takut.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido