Kanvas, Nomin.

Kanvas, Nomin.

  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 22, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"𝗦𝗲𝗺𝗽𝘂𝗿𝗻𝗮, kata yang cocok untuk dirimu. Malam yang gundah menyeluru, hanya dapat melihat harsamu dengan lelap. Dalam senyap aku menyadari, cinta ku padamu hanya sebatas noda dari lukisan yang tak akan pernah mendapat korelasi. Tapi, bukankah terkadang noda membuat lukisan lebih berarti?" 𝐍akala 𝐉uanda 𝐀dhiyaksa. 𝐉endral 𝐀lthares 𝐌ahardika. Kisah asmara dua pemuda berlatar tahun 2017 di kota kembang, Bandung.
All Rights Reserved
#356
jenjaem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kala Cinta Bertumbuh dan Berlabuh [COMPLETED ✔️]
  • Cinta di Antara Senja  [Completed] #cerpen #cerpenindo #fyp #viral
  • Five wishes! [SM Family]
  • IT'S (not) APUS LOVE
  • Kebahagiaan di Bandung (Aralynn X Larine)
  • Hujan di Langit Aresta
  • Nganjuk And The Night
  • Insecure Boy [END]
  • Nostagia dalam perjalanan  (TAHAP REVISI)

Mereka bertemu di kereta-bukan karena takdir yang megah, tapi karena semesta ingin menyembuhkan luka. Raisa dan Bara, dua jiwa yang sama-sama pernah patah, duduk berdampingan dalam perjalanan yang tak disangka akan mengubah hidup. Dari obrolan ringan hingga percakapan larut malam, dari berbagi kopi hingga berbagi cemas menjelang sidang tesis. Cinta mereka tumbuh pelan-pelan, tak terburu-buru, tak memaksa. Mereka wisuda bersama, merayakan perjuangan bersama, lalu pulang ke Bandung dengan hati yang utuh. Ini kisah tentang cinta yang hadir saat tak dicari, tumbuh saat tak diharap, dan berjuang untuk tetap tinggal meski diuji. Karena cinta sejati bukan hanya tentang jatuh hati-tapi juga tentang bertahan dan memilih, setiap hari. "Aku tidak sedang mencari cinta. Tapi kalau kamu datang untuk tinggal, bukan sekadar singgah-aku akan belajar membuka pintu perlahan." - Raisa "Aku nggak janji bisa menyembuhkan lukamu, Raisa. Tapi kalau kamu izinkan, aku mau jadi tempatmu pulang-meski harus pelan-pelan." - Bara

More details
WpActionLinkContent Guidelines