LIMA BIDADARI YANG tak TERUSIR

LIMA BIDADARI YANG tak TERUSIR

  • WpView
    LẦN ĐỌC 2,246
  • WpVote
    Lượt bình chọn 157
  • WpPart
    Chương 7
WpMetadataReadĐang sáng tác
WpMetadataNoticeĐăng tải lần cuối CN, thg 6 9, 2024
SINOPSIS Salaamun Qaulam-Mir-Rabbir-rahiim, salam cinta teruntuk para penghuni surga dari Sang Maha Cinta. Jika para Bidadari adalah lambang perhiasan surga, lantas mengapa mereka harus tinggal di liang neraka? Dosa apa yang telah mereka perbuat. Kesalahan apa yang membuat mereka terjerat? Ataukah, tanah surga itu nyatanya hanyalah sebuah kepalsuan. Sebagaimana banyak tempat ibadah yang penuh dengan comberan. Pun tak jarang, jurang curam nyatanya adalah istana indah ketuhanan. Aku terjebak pada dosa-dosa kelam keluargaku. Jubah putih, lingkar tasbih nyatanya tak menjamin membawa seseorang menuju permadani surga. Fitnah kejam yang merajalela, kotornya hati yang bersingga, menyeret keluargaku berbuat dzalim pada sebuah keluarga. Hak mereka terampas, keberadaan mereka terusir tuntas. Masa lalu masih kuat membenalu. Mampukah aku mengobati sederet luka para bidadari surga? Bisakah aku memadamkan api dendam yang masih membara? Satu hal yang kuyakini, sesakit apapun masa lalu mereka, seperih apapun kehidupan mereka, kelak para Bidadari itu akan bahagia sebagaimana para penghuni surga lainnya. Mereka tak akan lagi terusir. Mereka akan terus bahagia tanpa mengenal akhir. Wa naza'naa maa fii shudhuurihim min ghillin ikhwaanan 'alaa sururim-mutaqaabiliin. Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada di dalam hati mereka; Mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. (Q.S Al-Hijr: 47)
Bảo Lưu Mọi Quyền
#15
novelpesantren
WpChevronRight
Tham gia cộng đồng sáng tác truyện quy mô nhấtNhận đề xuất truyện được cá nhân hóa, lưu các tác phẩm yêu thích vào thư viện, đồng thời bình luận và bình chọn để phát triển cộng đồng của bạn.
Illustration

Bạn cũng có thể thích

  • Pahala Surgaku✓
  • Duhai Habibi [On Going]
  • Tahajjud cinta (TERBIT)
  • Lentera Abidah
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • Dia dan Doa
  • HIDIYAH (7 PASANG MUJAHID) TERBIT
  • MALAIKAT DAN LAUT BIRU
  • Diantara 2 Bidadari Surga [ On Going ]

"Aku akan meminta sekali kepada Allah supaya jannah menyatukan kita, lagi." Khairul Khan. Lelaki yang populer karena terkenal dengan berbagai macam prestasi buruk itu mustahil tidak ada yang kenal dengan dirinya seintro sekolah.Tingkah ajaibnya yang selalu buat guru-guru pusing hingga darah tinggi pun berhasil dimunculkan oleh ulah aneh cowok tersebut. Suka sekali membuat keributan akan tetapi cowok itu sama sekali tidak suka jika seseorang mengusik ketenangannya. Terdengar aneh bukan? Abidadari Al-Arsy Auliya. Perempuan kalem nan lembut. Pindahan pesantren dan seorang hafidzah sekaligus Ning. Sikapnya sangat berbanding terbalik dengan Khairul itu. Namun apa jadinya jika kedua makhluk itu Allah satukan dengan ikatan perjodohan yang dibuat oleh kedua orang tuanya? "Abi, kenapa aku harus nikah sama orang itu? Gimana aku bisa yakin bahwa jalan surgaku ada padanya sedangkan sikapnya aja kayak gitu?" "Karena dia jodoh terbaik dari-Nya. Percaya sama Abi. Supaya yakin jika jalan surgamu ada padanya, maka taatlah kepadanya selagi tidak membuat kamu bermaksiat kepada Allah." Hingga satu fakta membuat Abida tercengang seketika. Khair, cowok yang selalu kita bicarakan karena keonarannya itu ternyata sama seperti Abida. Pasalnya cowok itu.... BAGAIMANA CERITANYA TERNYATA COWOK ITU SEORANG HAFIDZH JUGA SEORANG GUS YANG SIKAPNYA SANGAT BERBEDA DARI YANG LAIN?! "Kenapa? Habibati kaget? Sini, Sayang... Ambil mushafnya. Kita murojaah sama-sama. Bacaanmu tadi ada yang salah." Sikap cowok itu benar-benar berhasil membuat Abida tak pernah melisankan satu kata pun. Cowok itu benar-benar berbeda. Selain menyukai ubi Cilembu, Khair pun suka memuji, nyeleneh, mencibir, tersenyum sinis, dan seenaknya. Berawal antara kota Tarim dan Aleksandria yang membuat kisah mereka ada. Tak ada satu pun di antara mereka menyadari bahwa mereka pun pernah bertemu di tanah suci, Baitullah. "Pantesan dipanggil Bidadari." "Wajahmu adem." "Kamu, wangi." "Saya udah pesen, kamu tinggal bayar."

Thêm Chi Tiết
WpActionLinkNội dung hướng dẫn