❝Jangan kayak limit Matematika, dong! Cuma berani mendekati tanpa pernah memberi kepastian!❞ -Vanilla Addara M. Di sekolah, hampir semua orang punya cerita tentang Biru Sakala Dewa. Katanya, Biru tidak pernah tertarik pada perempuan. Namun ada rumor lain yang jauh lebih mengusik. Sejak sebuah insiden buruk beberapa tahun lalu, Biru dipercaya menyimpan sisi lain dalam dirinya. Sisi yang tidak selalu mampu ia kendalikan. Sisi yang membuat orang-orang memilih menjauh sebelum terlambat. Vanilla Addara seharusnya melakukan hal yang sama. Namun semakin Vanilla berusaha menjauh, semakin kuat Biru menariknya kembali. Seakan pertemuan mereka bukan sekadar kebetulan. Seakan ada sebuah persamaan yang hanya dapat diselesaikan oleh mereka berdua. Tetapi bagaimana jika sejak awal, jawaban yang Vanilla cari justru akan menghancurkan semua yang ia percaya? Sebab cinta mungkin dapat dihitung melalui jarak, waktu, dan kemungkinan-tetapi tidak ada rumus yang mampu menjamin seseorang tidak akan terluka. ❝Love is like π-natural, irrational, and important. Simple as 3.141592...❞ -Biru Sakala Dewa
More details