Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
ACC, disetujui dengan catatan cinta (slow update)

ACC, disetujui dengan catatan cinta (slow update)

  • WpView
    Membaca 4,174
  • WpVote
    Vote 445
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Agt 4, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Aletha Emilia Tedja, 24 tahun, hidup dalam keluarga yang hangat, penuh canda, namun tetap sarat ekspektasi tak terlihat. Sebagai anak tengah dari tiga bersaudara, Aletha sering berada di posisi penyeimbang, yang harus mengalah di antara kakaknya Sania, si sulung dokter yang jadi kebanggaan keluarga, dan adiknya Evan, si bungsu yang baru saja memulai kuliah di jurusan Teknik Pertambangan, pilihan ambisius sang ayah. Di mata keluarga besarnya, Aletha dicap sebagai calon mahasiswa abadi, perkara ia adalah mahasiswa hukum semester 10 yang skripsinya tak kunjung rampung. Pertanyaan basi seperti, "Kapan wisuda?", "Skripsi kok nggak kelar-kelar?", sudah jadi santapan ketika kumpul keluarga. Padahal, tak banyak yang tahu Aletha sudah mandiri secara finansial. Lewat usaha jastip, terkadang ia juga freelance menjadi MC, dan berbagai freelance lainnya, Aletha tak lagi menggantungkan hidup pada transfer bulanan orang tuanya. Meski jurusan hukum bukan pilihannya, tapi Aletha mencoba menyelesaikannya dengan caranya sendiri. Perlahan, tanpa terburu-buru. Karena ia tahu, wisuda berarti selamat datang dunia kerja dan ia tahu persis ke mana ayahnya akan menempatkannya. Di sebuah firma hukum milik kenalan ayahnya, jauh dari mimpi dan kebebasan yang selama ini ia perjuangkan. Di balik julukan anak tengah yang keras kepala, Aletha benar-benar menikmati masa-masa merantaunya di Jogja. Kos eksklusifnya, mobil pribadi yang akhirnya ia jual karena lebih nyaman dengan motor maticnya dan kebebasannya mengatur waktunya sendiri adalah cita-cita kecil yang kini ia rasakan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#15
byeonwooseok
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan