Hujan di bulan November

Hujan di bulan November

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 17, 2022
"Pemandangan disini sangat indah bukan?" "Kamu benar, aku senang sekali." Balas ku dengan senyuman tulus. "Mengapa kamu tidak memotret itu semua dengan ponsel mu?" "eum sepertinya untuk kali ini tidak, karena tidak semua hal harus diabadikan. Ada beberapa hal yang cukup kita untuk kita nikmati." "Kamu benar." Dia langsung mendekap erat tubuhku. Dengan gelisah aku terbangun dari tidurku, ternyata aku bermimpi itu lagi. Sudah berkali-kali aku memimpikan mimpi yang sama Dengan malam yang begitu buruk ku coba melupakan semuanya, semuanya rumit. Bagaimana jika aku tidak mampu untuk melupakan nya? Pertanyaan itu terus-menerus terngiang di telingaku. Ini tahun ke tiga setelah kita sepakat untuk berpisah. Sejujurnya tidak mudah untuk melakukan itu semua, begitu banyak kenangan yang kita ukir di kota ini. Ya itu benar, kenangan bersamamu. Tentang kita yang menulusuri jalan berdua, tentang taman yang sering kita kunjungi, atau tentang cara mu yang sangat menghargai diriku. Ingin ku tutup semua kisah dengan mu, namun mengapa sangat sulit rasa nya. Ingin rasanya untuk tetap bersama namun jika tuhan tidak mengijinkan, hamba nya tidak bisa berbuat apa-apa.
All Rights Reserved
#58
senang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • You're Here, But Not For Me
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • Cempaka Terakhir ✔
  • Mahligai Sunyi
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • RANNA

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines