Story cover for PENYESALAN by rrrya3
PENYESALAN
  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Dec 18, 2022
Aku lelah, aku ingin tidur,
ahhh mungkin sudah tiba waktunya untuk aku berhenti menulis cerita ini.

Tuhan aku berterimakasih padamu, karna engkau telah menghadirkan Zara sebagai sahabat terbaik di hidup ku.
Aku juga berterimakasih padamu karna engkau telah mempertemukan ku dengan nya, meski tidak begitu indah, tidak apa aku sama sekali tidak menyesalinya.

"Aku mencintaimu Leon Stevano Danendra"

Dan aku juga berterimakasih atas hidup yang telah engkau berikan, aku sama sekali tidak memiliki keluhan terhadap mu, Meski bohong jika aku berkata aku tidak lelah.
Tuhan jika ini sudah waktunya, sekarang tolong biarkan aku untuk tidur.

"Bunda, Nenek, aku pulang......"
All Rights Reserved
Sign up to add PENYESALAN to your library and receive updates
or
#546zara
Content Guidelines
You may also like
Im Yours. by GaaSukaGalaxy
17 parts Ongoing
"Percintaan itu memuakkan," ujar Aleena Gasha Zinantya. "Gak punya pacar tapi punya support system itu asik," ujar orang lain yang berakhir terikat dengan hubungan 'kekasih', Aruna Rumantara. "Jomblo itu asik," ujar seorang lain yang tetap menjomblo hingga saat ini, Kiana Sataryana. "Mau punya pacar, tapi selera gue terlalu di luar nalar," ujar satunya lagi yang meratapi nasibnya, Havina Laksadinata. *** Klimaks of the their Love Story "Gue gak sempurna." => "Gue gak butuh lelaki sempurna. Gue butuh lelaki yang menyempurnakan wanitanya." -Gasha. "Maaf, aku gak cocok buat kakak." => "Gak ada manusia yang cocok sama gue. Itu semua tergantung penilaian mereka mengenai gue sama lo. Gue ngerasa cocok sama lo. Jangan anggap lo gak cocok sama gue." -Aruna. "Gue, seneng kenal lo." => "Gue lebih seneng lagi kenal sama lo, kebih dari seneng. Bahkan kalau gue bisa ambil bintang, gue ambil sekarang juga buat lo." -Kiana. "Stop, semua berakhir. Gue ga pantes lagi buat lo." => "Pernah gue bilang? Lo gak pantes dimana? Lo yang punya hati gue, lo yang pantes milikin gue, buang segala insecure lo dan cerita ke gue, kenapa." -Havina. *** --Baca aja, aku ga bisa bikin deskripsi.-- •Mengandung bahasa kasar. Baik deskripsi ataupun kalimat, karena emang gue bukan orang yang ramah. Kalau lo gak suka, silahkan hengkang. •Nonbaku. •Jika tidak cocok dengan cerita, silahkan hengkang. •Boleh berkata kasar di kolom komentar, asal tidak membawa dalam dunia nyata. •Tolong Voment, biar aku semangat update. •Sorry for Typo. Typo bertebaran, harap dimaklumi.
Eliinaa by vfryfrljnvsnmtm
5 parts Complete
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
You may also like
Slide 1 of 10
Garis Takdir Nesha (TERBIT) cover
Im Yours. cover
ALSTARAN [END] cover
Because I'm Stupid (End) cover
Love and Twilight cover
Eliinaa cover
Hilang cover
Strong Girl Michella (END)  cover
Diary Ayra: Cerita Cinta SMA cover
RadenRatih cover

Garis Takdir Nesha (TERBIT)

47 parts Complete

"Kalau kamu kangen, kenapa kamu gak nyusul aja bunda kamu? Supaya kangen kamu hilang!" "Itu udah takdir, pa. Kalau ada pilihan, Nesha bakal membiarkan Nesha aja yang di tabrak." "Gue udah pernah bilang kan ke lo, jangan terlalu percaya sama seseorang. Termasuk sahabat lo sendiri." "Lo tega, Viona. Gue bener-bener nggak nyangka." "Jadi sekarang hubungan kita kayak gimana?" "Kamu pantes dapetin cowok yang lebih baik dari aku, Sha." "Raf, gue mohon lo tetap bertahan ya." "Senyum dulu dong! Gue mau liat untuk terakhir kalinya senyuman manis lo." PLAGIAT MENJAUH!! ⚠Don't copy my work.