Hujan Kala Itu

Hujan Kala Itu

  • WpView
    Reads 239
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 28, 2024
"Selama apapun kamu membenci, sedalam apapun kamu menyimpam dendam, pada akhirnya hanya satu kata yang akan menjadi ujung, yaitu mengikhlaskan." Rain tahu bahwa dunia itu luas dan manusia itu banyak. Namun, dari banyaknya manusia, kenapa Tuhan harus mempertemukan dia dengan cowok itu. Cowok pertama yang mampu membuat ia merasakan debaran namun juga tangisan. Kalandra sangat mengerti setiap langkah pasti ada batu penghalang. Cowok itu juga mengerti bahwa berusaha itu sulit, tapi cewek itu pantas diusahakan. Namun, apakah kata-katanya masih berlaku jika batu penghalang kali ini bukan hanya sekadar batu. ----- Tuhan menciptakan manusia dilengkapi dengan akal sehat untuk berpikir. So, jika kalian merasa masih waras, tolong jangan menjiplak cerita ini! -------- Cover: Pinterest and Canva Tinggalkan jejak berupa like dan komen jika kamu suka! Jangan lupa follow author untuk memberikan aksi dukungan nyata!
All Rights Reserved
#573
klasik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Love You Longer
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Hurricane (ON GOING)
  • Rannia√
  • HUJAN KALA ITU
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Untuk, Abadi | Completed ✔
  • Psikopat Digital? [End]
  • Only You [Slow Update]

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines