Aku pulang

Aku pulang

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 18, 2022
"Aku udah ga kuat liat tingkah laku kamu mas, setiap hari kerjaannya mabuk-mabukan, main cewe sana-sini, dasar suami ga berguna". Plak. Satu tamparan mulus mendarat di pipi Risma "Banyak omong kamu, apapun yang saya lakukan itu terserah saya, kamu ga berhak ikut campur. Urus saja anakmu yang brandalan itu" Ya rumah yang seharusnya menjadi tempat ternyaman untuk pulang, justru menjadi neraka bagi Arkan. Setiap dia pulang pemandangan itulah yang sering dia liat, pertengkaran kedua orangtuanya yang tidak pernah kunjung usai.
All Rights Reserved
#3
bahagiaitusederhana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • SHIZUN
  • My Sweet heart
  • Rindu Arti Bahagia (TAMAT)
  • [BL] Sudden Omega
  • Cegil by my side (hiat)
  • Kesedihan [SELESAI]
  • RUMAH KITA
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Apakah kamu ingin menikahiku?

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines