Hi, Mr. Zean (Hiatus)

Hi, Mr. Zean (Hiatus)

  • WpView
    LECTURAS 373
  • WpVote
    Votos 64
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 5, 2023
Menceritakan kehidupan Zean, seorang dosen muda yang mengidap PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) karena kejadian di masa lalunya sehingga membuatnya tidak bisa bersentuhan fisik dengan lawan jenis, karena setelah bersentuhan fisik, tubuh Zean akan memerah layaknya seseorang yang terkena alergi. Zean merupakan dosen muda di Universitas Mandala yang terkenal dingin dan cuek. Tidak ada seorang pun yang mengetahui penyakit maupun masalalu Zean sehingga ia mendapat rumor dikampus yang mengatakan dirinya Gay. Faktanya, Zean mempunyai seorang anak kecil berusia 6 tahun karna kejadian di masa lalu. Karna penyakitnya yang selalu kambuh setelah bersentuhan fisik dengan lawan jenis, Zean selalu membawa obat yang saat ini menjadi satu satunya penolong saat penyakitnya kambuh. Hingga suatu hari ia bertemu Aruna dalam sebuah kejadian yang mengharuskan mereka bersentuhan fisik. Ajaibnya, Aruna adalah satu satunya perempuan yang bisa Zean pegang tanpa harus tersiksa karena penyakitnya. Apakah Aruna merupakan pengecualian bagi Zean? Apakah Aruna merupakan obat bagi penyakit Zean? Apa yang terjadi antara mereka berdua?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • GARIS SUNYI YANG BERTAUT
  • End & Wait  (Revisi)
  • CHAVANDA (End)
  • Davin [On Going]
  • Drowning
  • Menunggu Senja Kembali
  • VinRi
  • Keazen (A Sly World)
  • Hate Becomes Love [TAMAT]
  • PAIN (TERBIT) ✔

Bagaimana bisa aku membenci orang yang selalu melindungi diriku dari dunia yang sangat menyeramkan dan menakutkan ini. Bagaimana bisa, aku hidup sendiri jika luka saja aku masih harus di obati olehnya. Bagaimana bisa, aku menjauhi orang yang selalu menyeka mataku yang berair, ia yang selalu memberikan dekapan hangat, dan selalu melimpahkan kasih sayangnya padaku. " Darimana kamu tau jika ibumu menyayangimu" "Dia tidak menunjukan lewat perkataan, tetapi tindakan" "Dengan cara memukulmu?" "Itu bukan pukulan, tetapi cara dia melatihku agar terbiasa dengan dunia yang keras" "selama ibu masih ada, hidupku akan baik-baik saja"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido