Terror in My Life

Terror in My Life

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 20, 2022
Awal bersinggah di rumah ini, tak ada hal apapun yang mencurigakan. Bahkan rumahnya terasa begitu nyaman. Hingga hari berikutnya, semuanya tampak menjadi kacau. Aku yang mulai sering bermimpi buruk hingga hal hal yang klise menghantui malamku. Seperti layaknya terror. Tapi beberapa orang mengulurkan tangannya padaku, membantuku menemukan semua jawaban di balik misteri ini. N. Kata setiap episode cenderung sedikit, maaf.
All Rights Reserved
#664
horror
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika Nanti Aku Kembali
  • Misteri Rumah Keramat
  • Can't Escape [END] ✔
  • RAGU : THE SECRET STORY
  • Tuan Rumah di Kamar Sebelah
  • Gupta
  • Kau Rumahku
  • Diary Merah ✔
  • THE FAMILY CODE: SECRETS [𝐸𝑁𝐷]

"Aku tidak pernah tahu, alasan apa yang benar-benar membuat seseorang memutuskan untuk pergi. Dan aku memang tidak mau mencampurinya. Tapi aku belajar suatu hal. Apapun alasannya, pergi ataupun kembali tetap menyisakan perpisahan dalam hati." -Aca- "Makasih Dai udah ngasih pembelajaran penting dan nolongin aku di novel bayangan. Maaf karena aku udah lancang ketemu sama ayah kamu. Aku harap suatu hari nanti kamu mau menerima ayah kandung kamu. Makasih udah jadi putri dari sahabat ayahku. Makasih udah mau bertahan dengan sikapku. Kini akhirnya kita bisa kembali ke dunia nyata. Meski aku udah nggak punya ayah-ibu lagi, setidaknya aku masih bisa punya ayah kamu, yang sekarang jadi tempat curhat aku meski dalam tahanan. Semoga suatu hari nanti kamu bisa ngerti perasaan aku yang sebenarnya." -Andrian Wicaksana- "Makasih An, karena kamu udah buat aku ngerubah pandanganku terhadap ayah kandungku. Tapi maaf , karena sampai saat ini aku masih berusaha buat nerima ayahku sendiri. Suatu saat nanti jika aku udah siap, orang kedua yang aku ajak adalah kamu. Kenapa? Karena orang pertama yang aku ajak adalah diri aku sendiri. Semoga kedepannya hubungan ini bukan hanya sekedar ikatan bohongan." -Daika-

More details
WpActionLinkContent Guidelines