We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Damian Van Holen [ON GOING]

Damian Van Holen [ON GOING]

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 26, 2022
WpInfo
Fiction
Historical
Zaman itu, zaman yang dipenuhi dengan tumpahan darah dan air mata, zaman dimana semua orang berkorban entah dengan tenaganya, hartanya bahkan perasaannya. Zaman dimana semua pasti mengalami kesedihan baik yang kaya, miskin, tua dan muda. Semua orang dapat merasakannya. Dan dia mengenal cinta pertamanya di tanah ini tanah yang saat ini terkenal dengan banyak nya pahlwan, kebudayaan dan adat istiadat, ya Indonesia atau yang biasa dikenal dengan sebutan Hindia pada masa itu. Kisah ini menceritakan tentang seorang londo yang mencintai warga pribumi.
All Rights Reserved
#632
perang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [Lacrimosa]; Dara-Dara Runtuh
  • NI MELONG
  • Gundik
  • STETOSKOP TUA
  • Marisa (TAMAT)
  • Harsa Sang Puspa Bangsa
  • Basir & Marianna [TERBIT]
  • 𝐀𝐤𝐮 (Bukan) 𝐒𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐍𝐲𝐚𝐢  [END]
  • Ellie's Redamancy

[𝐂𝐨𝐦𝐩𝐥𝐞𝐭𝐞𝐝] ❬ 𝗛𝗶𝗻𝗱𝗶𝗮-𝗕𝗲𝗹𝗮𝗻𝗱𝗮, 𝟭𝟵𝟮𝟳 ❭ Tiap garis hidup itu punya aksara masing-masing yang membikin itu hidup mau hitam atau putih (atau mungkin abu-abu, barangkali) Cakrawala kemanusiaan terlalu meliuk menyucikan insani. Suci yang dibalut kemunafikan. Dan itu manusia. Kelumpuhannya dari kekuatan secara alami bisa terjadi kalau lagi diradang pesakitan. Mari selami kehidupan anak manusia yang lagi mengarungi penghidupan dari bilik kolonialisme yang komersalis, bersama jiwa-jiwa feodal yang punya digdaya dalam singgasana. Mencipta cerita antara kawula dengan tuan-tuannya. Dan dua dara yang lagi hidup disini, punya jalan masing-masing menempuh alur penghidupan. Walau pada akhirnya juga yang mereka temui adalah cuma kebinasaan. ❝Jangan risau, Mama,❞ kata salah seorang dari dua dara itu pada satu kali waktu. ❝Tuhan akan betul-betul lindungi kita. ❞ ❝Sebab ... Tuhan tak pernah tidur.❞ ••• Genre : Historical Fiction Started : July, 2020 End : April 2021 [𝗦𝘁𝗼𝗽 𝗽𝗹𝗮𝗴𝗶𝗮𝗿𝗶𝘀𝗺, 𝗯𝗲 𝗼𝗿𝗶𝗴𝗶𝗻𝗮𝗹] Noted: Cerita ini sedang dalam masa revisi dan pengeditan, termasuk pergantian judul dari An with An A and E menjadi "[Lacrimosa]; Dara-Dara Runtuh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines