90 Hari Selingkuh

90 Hari Selingkuh

  • WpView
    MGA BUMASA 19,400
  • WpVote
    Mga Boto 543
  • WpPart
    Mga Parte 86
WpMetadataReadKumpleto Sat, Jan 17, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Dark Romance
Love Triangle
Slow Burn
"Aku lelah menjadi orang lain hanya agar dunia merasa aku cukup beruntung. Aku bahkan lupa, bagian mana dari diriku yang benar-benar milikku." - Karenina Sembilan puluh hari menuju pernikahannya, Karenina menyadari satu hal yang mengerikan: ia tidak sedang bersiap menjadi seorang istri, ia sedang dipoles untuk menjadi aset. Aidan-pria yang oleh dunia dianggap sebagai definisi kesempurnaan dan pewaris otoritas dinasti-telah membangun sebuah sangkar emas yang begitu megah hingga Karenina lupa bagaimana cara mengepakkan sayapnya sendiri. "Kamu itu hanya perlu tetap indah dan tenang. Biarkan aku yang merancang seluruh peta hidup kita." - Aidan Lalu muncul Bintang. Seorang petualang yang mencintai perjalanan melebihi tujuannya. Ia adalah antitesis dari segala kekakuan yang mengepung Karenina. Baginya, Bintang adalah personifikasi dari kebebasan yang hilang. Ia bahkan berani untuk sekadar mengecap rasa sepotong ayam goreng pinggir jalan tanpa rasa bersalah. Bersama Bintang, Karenina merasa menemukan celah pintu yang terbuka. Namun, kebebasan itu tidak pernah datang dengan cuma-cuma. Bintang memang meminjamkan sayap, tapi pria itu tidak datang sendirian. Ia membawa beban di punggungnya. "Aku tidak punya apa-apa, Nin. Selain jalanan panjang dan sebuah kebebasan. Tapi setidaknya, bersamaku, kamu tidak perlu mengenakan topeng siapa pun." - Bintang Perselingkuhan ini bukan tentang ranjang. Ini adalah sebuah pemberontakan hati yang sedang sekarat-perjalanan panjang untuk mengeja ulang makna cinta dan menemukan kedamaian yang jujur. Karena pada akhirnya, tak ada hati yang benar-benar bersalah, sebagaimana tak ada hati yang sepenuhnya suci. Setiap hati punya luka, tapi setiap hati juga punya penawarnya sendiri. Dan Karenina... ia menemukan arti itu dalam langkahnya; bermula dari dinginnya dinding kemewahan Jakarta, hingga ke heningnya lembah Bhutan, kemegahan Himalaya, dan sakralnya cahaya purnama di Taj Mahal.
All Rights Reserved
#619
cinta
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • My Annoying Little Wife #WRITONwithCWBP
  • Menikah Dengan Mantan? (END)
  • Suami Kedua #Tamat
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • JODOH salah ngomong
  • ONLY SIX BOYS
  • You Got It
  • The Perfect Love Story
  • One More Time  (GOOGLE PLAY BOOK & KBM APP)
  • Jodoh Pilihan Abi

Lo beneran mau nikah sama cewek yang dijodohin sama Lo, Dit?" "Ya mau gimana lagi, gue juga udah lumayan tua dan wajar aja nyokap bokap gue mau nikahin gue secepat mungkin," Zidan langsung mengernyit melihat tingkah sahabatnya tersebut. "Enteng banget si ngomongnya, terus si Aliya lu tinggalin?" "Ya enggaklah, yakali dia gue tinggalin secara dia mungkin lebih cantik dari istri gue nanti. Secara pacar Aditya yang paling the best!" "Buset, enak banget lu ngomong. Lama-lama gue jitak nih, lu kira mereka mainan Lo. Serah Lo lah mau ngomong apa, tapi jangan sampai lo kemakan omongan Lo sendiri. Hati-hati!" ______________________✓✓ Arunika Fera Trisanggara the Gengs POV : "Lu beneran udah nikah?" "Iya Lo, Fani! Fera udah nikah, Fera gak boong, yakali Fera boong. Bisa masuk neraka dong kalau gitu." "Terus, si Zein?" "Pacar Fera lah, masa kalian lupa sih, secara baru kemaren dia nembak Fera." "Terus Lo nerima?" "Kepo amat si! Fera terima lah, masa iya gebetan gak di terima sama Fera, sayang dong!" "Caelah gue pikir otaknya aja udah lemot, tetapi pikirannya gak sesuai sama otaknya, paket lengkap banget malahan," umpat Fani dalam hatinya. "Enak amat si, punya pacar dan suami sekaligus. Bagi dong!" "Naina emang belum punya?" "Belom, xixi!" "Sabar!" Fera dengan entengnya mengucapkan sabar. "Sabar doang? Zein buat gue ya Fera, please!" "Enggak, mana boleh Fera bagi sama temen sendiri, seharusnya temen ngedukung bukan menikung. Cari sendiri sono, Fera mau ketemuan ama kak Zein. Hussstt ..." ••• Jangan Lupa tinggalkan jejak jika sudah mampir dan membaca novel ini!!! dilarang menjadi pembaca gelap!!! author : Syafraida jmbk190902 editor Poto: Piscart Poto by : Pinterest wattpad

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman