Kita dan Luka

Kita dan Luka

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 8, 2023
Ketika rumah berpulang bukan lagi tempat ternyaman, Ketika keluarga tidak lagi memberi kehangatan, Ketika luka menyamar tawa, Hari-hari kelam tidak pernah berakhir, Setiap orang memiliki sisi kelamnya masing-masing. Ada yang menyembunyikan luka dengan tawa, banyak sakit yang di ubah menjadi tidak apa-apa. Bukan karena munafik, tapi tidak semua luka bisa dipahami olah setiap orang.
All Rights Reserved
#258
good
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyerah atau Bertahan?
  • ON REMEMBERING
  • The Quiet Orchestra
  • GADIS LANGIT
  • Benalu [Terbit]
  • IN
  • Bukan Kita D.A.N
  • Kesedihan [SELESAI]
  • STARLA
  • Happy Is Bulshit

Nggak semua keluarga bisa di sebut rumah. Terkadang, mereka lah luka pertama bagi seseorang. Orang-orang ingin hidup seperti dirinya, apakah sebagus itu topeng yang dia buat?? Ada tangis yang ditahan, ada amarah yang tak bisa di unggkapkan, ada luka yang harus di sembuhkan. Ini bukan cerita tentang mencari kebahagiaan, melainkan bagaimana cara bertahan saat dirinya sendiri ingin menyerah. Jika jalan hidup mu tidak di takdirkan untuk bahagia. Mungkin, kamu takdirkan untuk membahagiakan orang lain. Jangan hukum dirimu sendiri, atas apa yang mereka buat. "Apa aku nyerah aja?" Ucap gadis imut itu. "Menyerah?? Kamu hanya tidak bisa menyadari, bahwa kehadiran mu bisa menerangi kegelapan di hidup orang lain" Jawab pria tampan yang menatap wajah gadis itu penuh kasih sayang". Penasaran bagaimana kisahnya? Yuk baca sampai habis ceritanya^^

More details
WpActionLinkContent Guidelines