PRANCE

PRANCE

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 18, 2024
WpInfo
Fiction
Mystery
Warning!!! 17+ Cerita ini mengandung unsur kekerasan! Zenna sering diserang sakit kepala hebat yang datang tanpa alasan jelas. Bersamaan dengan itu, bayangan mimpi buruk yang seharusnya terkubur kembali menghantui malam-malamnya. Ketakutan merayap perlahan, menggantikan rasa nyaman yang hilang entah ke mana. Satu per satu, orang-orang terdekatnya mulai menjauh-keluarga, teman, bahkan kekasihnya, meninggalkan Zenna dalam kesendirian yang mencekam. Sementara itu, Rulla, satu-satunya orang yang masih bertahan, mencoba mengungkap misteri di balik kehancuran hidup sahabatnya. Namun, semakin Rulla mencari, semakin banyak rahasia gelap yang terkuak. Siapa dalang di balik kekacauan ini? Dan apakah Zenna benar-benar korban... atau justru sesuatu yang jauh lebih menyeramkan? Update tiap Malam jum'at
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Susu untuk Bayi Gaib
  • PERMAINAN KE17 (End)
  • Dibalik Pintu [Bts Horor]
  • Self Injury's(complete)✔
  • SPORADIS
  • Doctor Lil-Daddy [END]
  • Silent Prison
  • El Cielo y la Tierra
  • Together, Against all Odds (T.A.A.O) (LENGKAP)

Sebuah kisah gelap tentang ambisi memiliki keturunan. Tini, ibu muda berusia 19 tahun, terpaksa menerima tawaran menjadi ibu susu di rumah Joglo mewah milik Nyonya Arini. Keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Di balik kemegahan ukiran kayu jati dan aroma melati yang memabukkan, tersimpan rahasia kelam tentang keluarga ningrat yang terobsesi memiliki keturunan. Saat Tini menyadari bahwa bayi yang harus disusuinya tak seperti bayi pada umumnya, ia sudah terlanjur terikat kontrak mistis yang tak bisa dibatalkan. Kisah horor Jawa ini akan membawa pembaca menyusuri lorong-lorong gelap rumah Joglo, menghadapi pertanyaan mengganggu tentang makna keibuan, dan harga yang harus dibayar untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan kehadiran seorang anak. --- "Setiap wanita memiliki lukanya sendiri. Jangan tambah dalam dengan pertanyaan yang tak perlu, kapan punya anak?" Sebuah pengingat bahwa di balik senyum sopan dan jawaban klise "belum rejeki" dari mereka yang belum dikaruniai anak, mungkin tersimpan kepedihan dan pergulatan batin yang tak pernah kita pahami. Novel ini mengajak kita merefleksikan kembali sensitivitas dalam berinteraksi dengan sesama, terutama terkait isu kesuburan dan keibuan yang begitu personal. Dilarang menjiplak, mengambil sebagian scene ataupun membuatnya dalam bentuk tulisan lain ataupun video tanpa izin penulis. Jika melihat novel ini diplagiat, tolong lapor ke Ig/fb: @hayisaaaroon. Terima kasih, selamat membaca, semoga menghibur dan bermanfaat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines