Jika autis bisa bicara

Jika autis bisa bicara

  • WpView
    LECTURES 47
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., avr. 9, 2023
Aku tak pernah ingin terlahir menjadi seorang yang Autis. Aku ingin hidup normal, tak apa jika tak sempurna, namun aku juga tak ingin menjadi istimewa. ya, istimewa. mereka bilang aku yang terlahir dengan keterbatasan ini adalah seorang yang istimewa. Tapi nyatanya tak semua orang beranggapan begitu. Tak jarang mereka yang normal memandangku pilu. Berbagai tatapan ku terima. Mereka menatapku jijik, membicarakan ku, dan mengejek kekurangan ku. Disana aku tak mengerti apa-apa, Aku hanya sibuk menutup telinga dan mengerutuki nasib karena tak seperti mereka.
Tous Droits Réservés
#81
autism
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Surga yang Harus ku jaga
  • Stop!! Mempermalukan ku
  • [✓] Mistress Ji's beloved husband's daily life
  • Hanya Sebagai Ibu Pengganti
  •  HAZELA
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Arshaka Heizen Lergan
  • The Silence That Shaped Me
  • The Number You Are Trying to Reach is Not Reachable
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA

Bagiku ibu sosok yang luar biasa saja ,tak begitu istimewah.Kalaupun ibu mengerjakan apapun demi aku anaknya ya wajar saja,bukankah itu kewajiban sebagai seorang ibu? Namun kiranya Tuhan membunuh keangkuhanku selama ini sebagai seorang artis yang sedang 'naik daun' wanita yang telah melahirkan dan membesarkanku dengan sepenuh jiwa raganya itu. pagi itu... Aku temukan guru di jalanan tanpa ku sangka dan ku duga.Sosok pribadi sederhana yang begitu istimewah dimata sombongku.Seorang gadis kecil yang berumur 9 tahun yang cukup membuatku terpaku mati kata,oleh sebab kalimatnya sukses menamparku dengan keras. "Aku ingin menjadi ibu dari ibuku'.....kata kata dari bibir mungil siti,begitu kuat terngiang di kedua telinga,membuat kepalaku berat dan terus menerus memikirkannya.sorot sendu sayu matanya begitu menusuk dalam renung kalbuku,membuatku terus termangu.Siti penuh ketabahan marawat sang ibu yang menderita gangguan jiwa. mengais rejeki-nya,dengan terus setia menjaga ibu nya dengan segenap cara sederhananya.Betapa selama ini aku sangat besar kepala dengan kedunguanku.... membantah IBU... Yatuhan... jika ada kata yang melebihi kata maaf,aku akan terus ucapkan untuk IBU.... cover by.SEAN HASYIM

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu