Jika autis bisa bicara

Jika autis bisa bicara

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 9, 2023
Aku tak pernah ingin terlahir menjadi seorang yang Autis. Aku ingin hidup normal, tak apa jika tak sempurna, namun aku juga tak ingin menjadi istimewa. ya, istimewa. mereka bilang aku yang terlahir dengan keterbatasan ini adalah seorang yang istimewa. Tapi nyatanya tak semua orang beranggapan begitu. Tak jarang mereka yang normal memandangku pilu. Berbagai tatapan ku terima. Mereka menatapku jijik, membicarakan ku, dan mengejek kekurangan ku. Disana aku tak mengerti apa-apa, Aku hanya sibuk menutup telinga dan mengerutuki nasib karena tak seperti mereka.
All Rights Reserved
#51
autism
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Number You Are Trying to Reach is Not Reachable
  • The Bleeding Lady [completed]
  • AFKARA [END]
  • Home Paradise
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  •  HAZELA
  • [✓] Mistress Ji's beloved husband's daily life
  • The Silence That Shaped Me
  • Hanya Sebagai Ibu Pengganti

Katanya, aku genius dan hidupku kelewat serius. Padahal aku tidak merasa seperti itu. Oke, aku memang pernah menggelar pentas tunggal dari drama Shakespeare yang semua dialognya kuubah sendiri jadi bahasa Jawa waktu aku kelas lima SD. Waktu kelas empat SD, aku selesai menghafal seluruh isi KBBI. Aku bisa berbicara dalam bahasa Sansekerta dan memahami isi prasasti semudah orang-orang memahami isi majalah. Koleksi piala dan medali olimpiadeku (baik akademik maupun non-akademik) mungkin lebih banyak dari jumlah perempuan yang dilirik Zeus. Aku masih kelas sepuluh, tapi aku sudah iseng-iseng ikut beberapa TO SBMPTN, dan dapat nilai paling tinggi di antara anak-anak kelas dua belas. Dan banyak hal lainnya. Tapi menurutku, masih banyak hal yang belum kulakukan. Dan aku selalu merasa tidak puas kalau belum mencoba hal baru. Aku selalu penasaran. Namun, tidak pernah terpikirkan olehku, bahwa suatu hari, akan ada seseorang yang berkata bahwa aku harus mencoba jadi cewek normal. Jangan terlalu serius. Katanya, jadi remaja normal itu asyik. Nah, sudah kubilang kan, aku selalu penasaran? --- #10 in Teen Fiction [23/07/16] [cover by me + prohngs lol]

More details
WpActionLinkContent Guidelines