PROLOG
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 22, 2022
Aku ingin memulai kisah ini dengan sederhana, sesederhana senyum yang selalu kau berikan. Aku yakin bahwa kisah kita akan selalu abadi dan tidak akan pernah berakhir. Setiap episode dalam kehidupan selalu aku yakinkan sebagai prolog, karena aku gak mau akan ada epilog dalam hubungan kita. Tapi itu dulu. Iya dulu sebelum satu kalimat lahir dalam bibir manismu. Kalimat yang selalu aku hindari dalam sebuah hubungan. Aku sangat berhati-hati untuk mengucapkan kalimat itu, bahkan dalan keadaan aku bosan denganmu pun selalu aku tahan untuk tidak mengucapkan kalimat itu. Tapi dengan mudahnya kamu mengucapkannya. "Maaf aku tidak bisa lagi bersamamu". Kalimat macam apa itu? Mana janjimu yang dulu. Apa kau lupa bahwa di jari manisku sudah ada cicin pertunangan kita. Kau tega mempermainkan hubungan ini. Tak ada kata lain selain kata TEGA. Apa aku ini kamu anggap seperti sampah? Apa kau tak ingat janji kamu itu. Diusiaku yang cukup dewasa, apakah aku mampu membuka hati untuk orang lain, sedangkan orang yang aku nanti-nantikan sudah pergi dengan janjinya sendiri.
All Rights Reserved
#128
kerja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rendra & Lila [END]
  • POSESIF MAFIA
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Nata, De & Coco
  • Sejarah Kita
  • My possesive boyfriend
  • Remember Me As A Time of Day✅

Ganti judul dari Cinta Tanpa Jarak -Rendra Atha Pratama Dijodohkan? Itu bukan keinginanku. Apalagi, mengingat akan masa laluku yang kelam. -Lila Avanda Kristanto Dijodohkan? Itu bukan keinginanku. Apalagi, mengingat akan usiaku yang masih sangat belia. Apa jadinya jika kedua pasangan sama konvensi ini saling terikat oleh tali perjodohan karena orang tua mereka. Dan, apa jadinya jika kedua pasangan ini saling terpaut hati saat pertama kali mereka bertatap muka. Memiliki banyak kesamaan akan kegemaran dan kecenderungan justru mempermudah mereka untuk mengundang ketertarikan. Awal kisah pernikahan mereka baik-baik saja. Sampai akhirnya, karena alasan tertentu Lila berucap untuk pergi meninggalkan Rendra. "Jadi semuanya kamu anggap apa selama ini?" sedikit berteriak. "Nggak. Kamu nggak boleh pergi!" Tersentak. "Kenapa? Mas, tolong ngertiin aku, Mas!" Lila tak dapat membendung air matanya. "Dari dulu aku ngertiin kamu, La tapi kamu nggak pernah ngertiin aku," terang Rendra. Dari sinilah takdir berperan. Berhasilkah Lila pergi mewujudkan keinginannya itu? Atau berhasilkah Rendra mencegahnya? Langsung tekan tombol Baca diatas... #Ini karangan cerita hasil pemikiran author sendiri, ya! Jika ada persamaan tokoh dan kejadian, itu hanyalah suatu ketidaksengajaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines