غلاف قصة Partisan Kabut بقلم AyuWelirang
Partisan Kabut
  • WpView
    مقروء 241
  • WpVote
    صوت 31
  • WpPart
    فصول 3
  • WpView
    مقروء 241
  • WpVote
    صوت 31
  • WpPart
    فصول 3
مستمرّة، تم نشرها في ديسـ ٢٢, ٢٠٢٢
[Jangan lupa follow sebelum membacanya~ Terima kasih~]

Tatjana Sadewa yang biasa dipanggil Tat, adalah petugas Suaka Elang Loji, Bogor. Setelah lulus kuliah dari Departemen Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor, ia langsung bekerja di bidang yang ia sukai. Menjadi tim pemantau di Suaka Elang Loji membuat ia bisa sering-sering berada di hutan dan memotret hewan-hewan langka.

Suatu pagi saat tengah menelusuri lembahan Gunung Halimun bersama sahabatnya, Yopi Galih Pakuan, kabut gunung perlahan turun. Tat yang berjalan di baris kedua, entah bagaimana bisa terpisah dengan Yopi di belakangnya, dan satu teman lagi di paling belakang. Tat berusaha tak panik dan tetap mengikuti sisi lembahan sampai bertemu gerbang masuk kawasan konservasi.

Setelah dua puluh menit berjalan, ia tak kunjung sampai. Ia mulai panik saat suara ledakan tiba-tiba terdengar. Tat berjongkok dan tak sadar bahwa tanah lembahan agak bergoyang. Saat ia menggelinding jatuh, tiba-tiba saja ada tangan yang menariknya. Sebelum sempat berteriak, mulutnya sudah dibekap dan ia diminta diam. Seorang tentara dengan coreng-coreng di wajah, menyelamatkan Tat dari timbunan tanah.

Tat sadar bahwa ia sudah terlalu jauh pergi dari kawasan konservasi. Malah lebih jauh lagi, karena ia kini tak ada di tahun 2020, melainkan 1948!

Start: December 2022
جميع الحقوق محفوظة
قم بالتسجيل كي تُضيف Partisan Kabut إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
#236history
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
Lain Dunia (Tamat) بقلم an11ra
66 فصل مكتمِلة للبالغين
Membuka mata perlahan. Potongan-potongan ingatan bagai berkumpul melengkapi puzzle mengerikan tentang peristiwa kecelakaan yang kami alami tadi malam. Mobil menghantam pembatas jalan dan sepertinya terperosok ke semacam jurang hingga terhenti karena menabrak pohon besar di hadapanku saat ini. Tunggu... Ke mana semua orang? Kenapa hanya aku yang masih di dalam mobil? Berjalan mengikuti insting. Bukannya keluar hutan, aku sepertinya malah masuk makin dalam ke hutan. Langkahku terhenti kala netraku terpaku pada pemandangan di depanku. Mengerjabkan mata berkali-kali, benar... ini benar dan bukan halusinasi sepertinya. TAPI BAGAIMANA MUNGKIN ADA ISTANA DALAM HUTAN??? Muncul pula seorang pria berambut putih mengenakan pakaian tradisional khas Sunda. Bukan kakek-kakek karena dia masih muda. Masalahnya, orang ini punya warna mata yang tidak biasa. Iris matanya berwarna hitam dan ukurannya lebih kecil dari ukuran iris manusia normal, sedangkan dasar matanya yang berwarna hijau kebiruan. "Si-siapa kau?" Pemuda aneh yang sayangnya tampan itu malah menyeringai memandangku lalu bertanya, "Kenapa suaramu bergetar?" Bergerak mundur perlahan "Kau ini apa?" "Hahaha..." tawanya membahana. "APA? bukan SIAPA? Hahaha..." Aku waspada sekaligus takut. Demi Tuhan, aku yakin bahwa dia... DIA BUKAN MANUSIA!!! ---------------------------------------------------------- PERINGATAN : JANGAN MEMPERCAYAI SEMUA YANG ANDA BACA!!! Sebagian besar hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, tempat, tokoh ataupun kisah segalanya murni hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan apalagi untuk mendiskreditkan pihak manapun. * Indonesia Fiksi Fantasi *
Hello, Future! بقلم Miss_N714
61 فصل مكتمِلة للبالغين
Rank #5 - roman (26 Feb 2021) Rank #3 - acak (15 Maret 2021) Rank #2 - fiksiumum (11 April 2021) "Assalamualai...." Salamnya terputus ketika netranya menangkap sosok yang membuka pintu ternyata bukan pemilik rumah. "Assalamualaikum." Ujarnya mengulang salam. Laki-laki di depannya mengernyit bingung. "Kamu siapa?" Tanya laki-laki tersebut sambil memastikan sesuatu ke arah gerbang. "Saya Melva Laksamana, Om." Jawabnya mantap. Gadis yang bernama Melva tersebut mengikuti arah pandang laki-laki di depannya ke arah gerbang. "Saya nggak tanya nama kamu. Saya tanya siapa kamu?" Mendengar pertanyaan sarkas tersebut Melva menyengir lebar, sadar kesalahannya. Tapi bukankah itu jawaban umum dengan menyebutkan nama untuk menjawab pertanyaan siapa kamu? Ah sudahlah. Lebih baik ia segera menjawab. "Saya orang, Om." Jawabnya akhirnya. "Om nyari apa?" Tanya Melva kemudian karena atensi laki-laki di depannya masih menelisik gerbang di sana. Laki-laki itu baru memperhatikan gadis di depannya ini. "Kok kamu bisa masuk? Kamu mau nyari sumbangan, kan? Kamu salah alamat." Tuding laki-laki tersebut. Melva bengong mendengar tuduhan tak berdasar yang di ajukan kepadanya. Ternyata dari tadi laki-laki di depannya memastikan keberadaan Mang Jaya, satpamnya, karena kenapa Melva bisa masuk. "Saya bukan meminta sumbangan, Om. Saya ke sini mau jemput rejeki." Tuturnya. "...." Baru saja laki-laki tersebut akan menjawab. Namun suaran lain dari dalam rumah tersebut lebih dulu menyela.
LANGIT & BULAN  بقلم MoccaSusu
21 فصل مكتمِلة
⚠KALO MAU PRO JANGAN JADI PLAGIAT!⚠ [ Usahakan untuk memfollow terlebih dahulu lalu, vote juga komennya ] 🔥Revisi berjalan 🔥 Siap membaca cerita yang akan membawa kalian seperti menaiki wahana Roller Coaster? Ngakak, baper, sad semuanya tercampur aduk dalam satu cerita! ---------------- "Mau gue tabok tuh bibir?" "Romantis dikit kek!" "Bukan tipe gue!" "Dasar cowok kulkas!" ------- "Kita itu ibaratnya air sama minyak, nggak akan pernah bisa bersatu jika Tuhan tidak mengijinkan."-Bulan Alexia Bramasta. "Gue nggak mau lo berharap lebih jika suatu hari nanti semuanya terungkap dengan jelas"-Langit Putra Deandara. ------- Ini bukan kisah tentang si badgirl yang mengejar cowok badboy, bukan juga yang berawal dari benci namun menjadi cinta, dan bukan pula cerita anak nerd atau semacamnya. Mengisahkan tentang si cowok yang berambisi membalaskan dendam karena kematian sang Papah pada teman semasa kecilnya. Cinta tidak dapat meluluhkan hatinya yang sudah dilingkupi dengan keegoisannya. Sampai pada hari itu, semuanya kembali berubah~ Gandre: [ Fiksi remaja ] Start: [ 20 Maret 2021 ] Warning⚠ cerita mengandung bawang, sediakan tissue, kalo nggak punya tissue boleh pakai kain pel:) Sedikit bocoran! Konflik berat⚠ bagi yang tidak suka silahkan pergi, bagi yang penasaran sini gabung😌 💜💜💜💜💜 Yukk mending dibaca biar gak penasaran:) siapa tau tertarik dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak Voment nya😁n
Life: Of The Fantasy World بقلم A_Ophelia
10 فصول مكتمِلة للبالغين
Di balik tirai kehidupan yang biasa, Lia melayang tanpa arah, membiarkan dunia berputar seperti bayangan yang tak pernah tertangkap. Orang-orang di sekitarnya bergumam tentang ramalan, tarot, dan zodiak. Bisikan mistis yang ia abaikan sebagai ilusi belaka. Ia bukan pemuja logika digital, juga bukan penyembah takdir. Prinsipnya sederhana, biarkan arus membawanya. Tanpa drama, tanpa pertanyaan. Namun, takdir punya cara tersendiri untuk mempermainkan. Jiwa dari abad ke-21 itu terbangun dalam tubuh seorang putri di kerajaan yang hilang dari peta dunia. Istana yang bergaung dengan sihir kuno, dewa-dewi yang tertidur di balik kabut waktu, ramalan yang mengintai seperti mata gelap. Bukan khayalan semata. Ini dunia fantasi yang lahir dari karangan temannya sendiri. Dan lebih ironis lagi, Lia bukanlah pahlawan yang dipuja, melainkan karakter yang dibenci, yang terkesan sebagai noda menyebalkan dalam kisah itu. Warisan lama menunggu untuk terungkap. Kartu takdir yang bergumam rahasia, ramalan kuno yang membelokkan jalan, dan dewa-dewi yang mengamati dari celah-celah realitas. Dengan logika zaman digital dan gaya hidup modern, Lia harus beradaptasi di dunia di mana logika hanyalah tipuan, dan takdir bisa berubah lewat percikan sihir yang tak terduga. Di sini, ramalan membawanya ke arah yang tak pasti. Siapa Lia sesungguhnya? Putri yang diramalkan sejak zaman purba? Pengelana waktu yang tersesat di labirin takdir? Atau hanya gadis biasa yang jiwanya tertukar oleh kekuatan misterius? Di dunia ini, takdir tetap menjadi teka-teki yang gelap, dan Lia adalah badai kecil yang bergolak di tengahnya. Intinya, bagi Lia, ia harus bertahan hidup, mengulik dunia ini untuk mengungkap misteri yang membawanya. Bahkan jika badai besar siap menelan segalanya. Start: 29 Mei 25 Revisi : 5 Juli 25 Finish: