Senja dan Lautan

Senja dan Lautan

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 23, 2022
"SEKARANG HUTANG DIMANA MANA. KALO KAMU NGGA KERJA TERUS GIMANA?!!" "KITA BISA DOA." "DOA KALAU TIDAK DI JAJARI DENGAN USAHA GAK BAKAL BISA TERWUJUD." "HUTANG HUTANGMU SENDIRI KARENA MAIN JUDI JUDI ITU. KENAPA YANG JADI KORBAN AKU DAN ANAK ANAK ??!" Lanjut nya. "Aku juga gak mau seperti ini bun." "Kalau tidak mau harusnya dari awal kamu denger perkataan aku. Tapi apa? kamu lanjutin ego kamu sendiri." Bunda Karin pun pergi meninggalkan suaminya sendiri di kamarnya. ----- Melodya Aruna Rahmawaty, seorang remaja yang dipaksa dewasa sebelum masanya. Hidup Aruna awalnya baik baik saja sebelum sang ayah kenal dengan perjudian. Hingga pada akhirnya terlilit banyak hutang. Setiap hari mendengar ayah dan bundanya meributkan hal sama, setiap hari. Membuat Aruna tak tahan dan ingin mengakhiri hidupnya, dengan cara membenturkan kepalanya ke tembok. Sempat ia lakukan pertama namun ia berfikir. 'Iya kalo mati, Lah kalo masih hidup? malah double double sakitnya' ----
All Rights Reserved
#173
lautan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AURORA
  • My Posesif Brother
  • F A K E ? [End]
  • Don't Talk About Money
  • Bumi Milik Sana
  • COMPLICATED
  • Mine [SELESAI] ✔
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Constellations From The Room
  • Marriage Is Scary Or Happy?
AURORA

"Semua peristiwa yang kita alami selama ini ternyata akan berakhir menjadi kenangan? Lalu kenapa kau dulu menyinggahi hati ini jika pada akhirnya kau pergi. Datang untuk pergi, lebih pantas ku tunjukkan padamu". Ucap Rara "Mengapa dulu diri ini terlalu bodoh? Harusnya aku bisa membedakan mana tamu dan mana tuan rumah. Jika kau dulu datang sebagai tamu, maka akan kusuguhkan teh saja. Namun kau datang berlagak bahwa kau adalah tuan rumah, maka aku menyuguhimu hati. Jangan salahkan aku jika aku salah memberi perjamuan untukmu. Tanyakan pada dirimu! Salahkah cara kedatanganmu?" Rizki hanya bisa mematung menatap wanita kuat didepannya yang sudah ia sakiti. Ia terlalu bodoh memberikan semua pengharapan kepada Rara. Sekarang semuanya sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur, Rizki harus terima bahwa ia akan kehilangan wanita yang benar benar tulus mencintainya. Ikuti terus kisah perjuangan cinta Rara mencapai titik puncak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines