RAVELTHAN [ON GOING]

RAVELTHAN [ON GOING]

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 31, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
𝕴𝖓𝖎 𝖇𝖚𝖐𝖆𝖓 𝖙𝖊𝖓𝖙𝖆𝖓𝖌 𝖔𝖇𝖘𝖊𝖘𝖎, 𝖙𝖆𝖕𝖎 𝖈𝖎𝖓𝖙𝖆 𝖞𝖆𝖓𝖌 𝖙𝖚𝖑𝖚𝖘 𝖉𝖆𝖓 𝖉𝖆𝖙𝖆𝖓𝖌 𝖉𝖆𝖗𝖎 𝖍𝖆𝖙𝖎 -𝓡𝓪𝓿𝓮𝓵𝓵𝓪 𝓥𝓲𝓸𝓵𝓮𝓽𝓽𝓪 𝓟𝓾𝓽𝓻𝓲 Kisah ini menceritakan tentang Ravella yang di sukai oleh seniornya sendiri. Seniornya yang bernama Elfathan itu sebentar lagi lulus, dan Ravella masih kelas 11. Elfathan Putra Sandyakala, laki-laki paling pintar di sekolah. Dia masih kelas 12 saat ini, 6 bulan lagi dia lulus, tapi sebelum lulus dia ingin mendapatkan Ravella terlebih dahulu. Elfathan adalah laki-laki yang nyaris sempurna, bagaimana tidak, dia memiliki rupa yang sangat tampan dan sudah memiliki usaha di usia 18 tahun, hanya saja Ravella bimbang karena Elfathan adalah laki-laki yang disukai adik tirinya sejak lama. Ikuti terus ceritanya, agar tau bagaimana endingnya!! Tiktok: @mlynxsaa_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • Treacherous
  • Just be Mine [Sudah Terbit]
  • Tak Berarti (SLOW UPDATE)
  • Elvina [COMPLETED]
  • Love Two Prince
  • LEITHLEACH

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines