try not to be antagonistic

try not to be antagonistic

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 14, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini rill hasil pemikiran saya sendiri ~Ella yang mengetahui seseorang tersebut ingin menusuk Abang nya dari belakang pun mendorong Tama ke samping dan akhirnya Ella lah yang terkenai oleh pisau tersebut Tama yang melihat adik nya yang tertusuk oleh pisau tersebut pun berteriak histeris dan dengan cepat memeluk adik nya dari belakang "Ella buka matanya buka", teriak Tama kepada Ella yang hampir saja menutup matanya. "Ella ngantuk bang ,ooo iya Abang harus jagain keluarga kalau Ade gak bangun ,Abang gak boleh sedih kalau ade tidur nya lama". Ucap Ella kepada Tama sambil tersenyum tulus "Apasih dek Lo jangan ngomong kayak gitu Lo gak boleh tidur" bentak Tama sambil menggendong dan berlari ke arah mobil nya agar kerumah sakit secepatnya. "Iya iya Ade gak tidur,tapi Ade ngantuk banget".tutur Ella ~
All Rights Reserved
#455
protagonis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • Aureus Or Rere (Figuran PPB) TAHAP REVISI
  • transmigrasi antagonis boy (Completed)
  • ZEVAR CARIXIO [END]
  • Style... ✔
  • Transmigrasi si bar-bar
  • 𝕋ℝ𝔸ℕ𝕊𝕄𝕀𝔾ℝ𝔸𝕊𝕀 ℂℝ𝕐𝕊𝕋𝔸𝕃
  • Aelah ✓
  • ALVASANDRA

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines