Miss Kun
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Dec 23, 2022
"Bagaimana bisa aku tidak mempercayai mu, padahal kamu ada di hadapanku." Namaku Kevin Rahadian, seorang dokter yang tak percaya dengan yang namanya setan demit dan sejenisnya. Yah semua itu karena aku memang tak mempercayai yang namanya setan dan sesuatu yang tak bisa dijelaskan dengan ilmu ilmiah. Namun, semenjak aku bangun dari koma akibat kecelakaan beberapa waktu lalu. Hidupku mendadak berubah seratus delapan puluh derajat. Setiap hariku, kini aku harus berurusan dengan yang namanya setan dan juga demit. "Annyeong. Kamu bisa melihatku kan?" Sapa perempuan yang mengenakan dress panjang berwarna putih, menatapku dari langit-langit kamar rumah sakit. "Ha ... Hantu!!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • CINTA UNTUK SENJA
  • Balas Dendam Nyi Ulandari
  • Pocong Pesugihan
  • KUTUKAN (SUDAH TERBIT)
  • Villa Nomor 9
  • jangan percaya seseorang
  • (TAMAT)(18+) ARINA si penata rias

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines