Story cover for ELENA by jjkv_inyours
ELENA
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Dec 24, 2022
Elena melompat-lompat dan menggumamkan lirik lagunya bersama orang-orang. Dia melihat Karan tengah bernyanyi sambil memetik gitar listriknya dengan mempesona.

"gimana? keren ga gua?"

"ck! biasa aja tuh" tanpa tau bahwa hatinya menolak mengatakan itu.

"sialan lo!"

Apa jadinya kalo Karan yang selama ini tidak pernah dekat dengan perempuan kecuali Elena dan bundanya tiba-tiba mengatakan bahwa dia tertarik kepada seseorang.
All Rights Reserved
Sign up to add ELENA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)  by AnisWiji
9 parts Complete
"Nggak ada perempuan yang baik yang mau sama pasangan orang!" Teriak Keira menatap sengit ke arah Bagas. "Kei!" Teriak Bagas membalas teriakan Keira. Disini Bagas yang salah, bukan perempuan kecil yang tengah ia gandeng bahkan perempuan kecil itu sekarang ketakutan bersembunyi di belakang tubuh Bagas. "Apa karena pernikahan kita berawal dari perjodohan kamu bisa seenak jidatnya membawa dia pulang?" Tangan Bagas yang bebesa memijat keningnya, ia tahu jika masa lalunya akan terkuak juga. Bagas disini bukan tidak menghargai Keira tapi ia tidak tahu hal apa yang harus ia lakukan. "Pelankan suara kamu Kei. Dia tidak bersalah." Pinta Bagas dengan nada sedikit mengiba. "Lantas kenapa dia ada disini? Kemana jal*ng kamu itu?" Keira sadar saat ia menikahi Bagas, Bagas memang masih memiliki kekasih. Tapi tidak harus membawa ekornya ke dalam pernikahan yang baru menginjak usia empat tahun ini, bukan? "Keira, stop bicara kasar. Lebih baik kamu masuk kamar. Aku mau mengantar Lala ke kamarnya." Putus Bagas dengan melangkah masuk ke dalam kamar yang dulunya ditempati tamu. "Kamu memang kelewatan Mas. Aku sadar jika aku belum bisa memberikan kamu anak, tapi jangan pakai cara seperti ini." Selesai mengatakan itu Keira bergegas ke kamar utama, ia membanting pintu sekerasnya. Langkahnya menyapu ruangan yang banyak memberi kenangan manis dengan Bagas, kedua tangannya mengambil koper dan menyiapkan beberapa barang yang akan ia bawa pulang. Harga dirinya sangat tinggi, jadi saat Bagas membawa anak itu kesini maka dirinyalah yang harus pergi. "Apa-apaan kamu, Kei." Bagas yang selesai menidurkan Lala sontak terperanjat dengan keadaan kamar tidurnya yang sudah seperti kapal pecah. Jangan tanyakan apa yang dilakukan Keira. Melangkah keluar, ia mengusap sisa air matanya. "Aku mau pergi dari sini, dan kamar ini seperti ini sama seperti hatiku."
Bad Girl & Nerd Girl [END] by ercdh_stg
47 parts Complete
Electra, gadis dengan sejuta kebahagiaan yang selalu ia pancarkan di depan semua orang, dengan celetukan dan perilaku anehnya dapat membuat orang-orang disekitarnya merasa terhibur. Meskipun ia dikenal dengan seorang Bad Girl yang sangat anti dengan pelajaran menghitung, namun ia sangat menguasai dunia olahraga, atau bisa disebut dengan, bidangnya di non-akademik. Electra mempunyai rival seorang laki-laki, ya! Semenjak masuk SMA Electra sudah pernah sekali beradu jotos yang cukup serius dengan laki-laki yang mengakibatkan dia harus masuk BK. Mulai dari sana Electra tidak pernah akur dengan sosok lelaki itu, namun siap yang tau hasil akhirnya, apakah mereka akan terus menjadi musuh atau malah ada yang menaruh perasaan (?) Kita tidak tau hasil akhirnya jika hannya membaca sinopsis saja. Jadi, jika ingin tau hasil akhir dari kisahnya maka ikuti dan bacalah perjalanan kisahnya. _______ "Gue benci lo El!" "Aku akan tetap sayang sama abang." _____ "Lo pembunuh!" "Gue bukan pembunuh!" _____ "Dasar anak nakal tidak tau bersyukur!" "Maaf mah, selama ini El ngerepotin." _____ "Gue nggak nyangka, ternyata lo nutupin hal sebesar ini dari kita El, gue kira lo orang yang jujur." "Gue bisa jelasin Ca!" "Lo nggak perlu jelasin apapun El, toh semuanya udah terjadi, jadi lo udah nggak perlu cape-cape ngedrama lagi." "Maafin gue," lirih Electra. ______ "Gua nggak nyangka lo bakal ngomong kayak gitu El!" "Dar, nggak gitu. Lo harus dengerin penjelasan gue!! ______ VOTMENT NYA JANGAN LUPA!!! Terinspirasi dari lagu : Mungkin Hari Ini Esok Atau Nanti-Anneth WARNING!! DON'T COPY MY STORY!! Cover by: Ata L.b
You may also like
Slide 1 of 9
Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)  cover
Bad Girl & Nerd Girl [END] cover
i hate you bossy!  cover
BRINCA cover
LOVERA cover
ANELKA CALVARY cover
Horibble Woman (END) cover
Leona[Hiatus] cover
My possesive boyfriend cover

Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)

9 parts Complete

"Nggak ada perempuan yang baik yang mau sama pasangan orang!" Teriak Keira menatap sengit ke arah Bagas. "Kei!" Teriak Bagas membalas teriakan Keira. Disini Bagas yang salah, bukan perempuan kecil yang tengah ia gandeng bahkan perempuan kecil itu sekarang ketakutan bersembunyi di belakang tubuh Bagas. "Apa karena pernikahan kita berawal dari perjodohan kamu bisa seenak jidatnya membawa dia pulang?" Tangan Bagas yang bebesa memijat keningnya, ia tahu jika masa lalunya akan terkuak juga. Bagas disini bukan tidak menghargai Keira tapi ia tidak tahu hal apa yang harus ia lakukan. "Pelankan suara kamu Kei. Dia tidak bersalah." Pinta Bagas dengan nada sedikit mengiba. "Lantas kenapa dia ada disini? Kemana jal*ng kamu itu?" Keira sadar saat ia menikahi Bagas, Bagas memang masih memiliki kekasih. Tapi tidak harus membawa ekornya ke dalam pernikahan yang baru menginjak usia empat tahun ini, bukan? "Keira, stop bicara kasar. Lebih baik kamu masuk kamar. Aku mau mengantar Lala ke kamarnya." Putus Bagas dengan melangkah masuk ke dalam kamar yang dulunya ditempati tamu. "Kamu memang kelewatan Mas. Aku sadar jika aku belum bisa memberikan kamu anak, tapi jangan pakai cara seperti ini." Selesai mengatakan itu Keira bergegas ke kamar utama, ia membanting pintu sekerasnya. Langkahnya menyapu ruangan yang banyak memberi kenangan manis dengan Bagas, kedua tangannya mengambil koper dan menyiapkan beberapa barang yang akan ia bawa pulang. Harga dirinya sangat tinggi, jadi saat Bagas membawa anak itu kesini maka dirinyalah yang harus pergi. "Apa-apaan kamu, Kei." Bagas yang selesai menidurkan Lala sontak terperanjat dengan keadaan kamar tidurnya yang sudah seperti kapal pecah. Jangan tanyakan apa yang dilakukan Keira. Melangkah keluar, ia mengusap sisa air matanya. "Aku mau pergi dari sini, dan kamar ini seperti ini sama seperti hatiku."