Bring Me Back

Bring Me Back

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 7, 2024
Si Bungsu Yang kehadirannya paling sering di rumah, melihat dan menyaksikan kejadian kejadian yang ada di rumah. Sosok anak yang seringkali menjadi pelampiasan kekesalan dan rasa lelah dari orang tua nya. Sosok anak yang selalu dipandang memiliki posisi paling enak oleh orang orang. Rasakan dulu baru menilai yah, kalo tidak bisa menghargai setidaknya jangan menyakiti. Kami Si bungsu Berjuang dan berdiri sendiri dengan dorongan dari diri sendiri, jadi jangan semudah itu menjatuhkan kami seolah olah kalian tidak memiliki hati sedikit pun. WARNING ⚠️ - mengandung kata kata kasar - mengandung SH ( TIDAK UNTUK DITIRU !! ) - BUKAN CERITA JIPLAKAN!! - mewakili hati para bungsu yang tidak seindah ekspektasi
All Rights Reserved
#299
bungsu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Tentang ; Gemilang
  • Kisah Sepihak
  • BROKEN : The secret of life
  • The Tale Of Homie
  • just family? -End-
  • Aksara Rasa
  • DEGRITLY (Tamat)
  • Constellations From The Room

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines