Bring Me Back

Bring Me Back

  • WpView
    LECTURAS 95
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, dic 7, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Si Bungsu Yang kehadirannya paling sering di rumah, melihat dan menyaksikan kejadian kejadian yang ada di rumah. Sosok anak yang seringkali menjadi pelampiasan kekesalan dan rasa lelah dari orang tua nya. Sosok anak yang selalu dipandang memiliki posisi paling enak oleh orang orang. Rasakan dulu baru menilai yah, kalo tidak bisa menghargai setidaknya jangan menyakiti. Kami Si bungsu Berjuang dan berdiri sendiri dengan dorongan dari diri sendiri, jadi jangan semudah itu menjatuhkan kami seolah olah kalian tidak memiliki hati sedikit pun. WARNING ⚠️ - mengandung kata kata kasar - mengandung SH ( TIDAK UNTUK DITIRU !! ) - BUKAN CERITA JIPLAKAN!! - mewakili hati para bungsu yang tidak seindah ekspektasi
Todos los derechos reservados
#4
sibungsu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • What about me? (Jaeren)
  • Constellations From The Room
  • DEGRITLY (Tamat)
  • Lika Liku si bungsuu
  • ANAVA (Revisi)
  • Tentang ; Gemilang
  • Kisah Sepihak
  • Is It Home ?
  • Chapter : Brothership = Happines -> Jian
  • Aksara Rasa

Mengalah dan terus mengalah membuat Renjun memilih menyerah pada keadaan, tidak ada yang tahu bagaimana cara kita melukai orang terdekat tanpa sengaja, barangkali hal kecil mampu menjadi racun paling mematikan bagi mereka. Renjun bukan anak pertama atau juga anak bungsu, namun lukanya tak kalah dalam dari cerita mereka, mengalah pada kakak pertama sebagai tanda menghormati dan mengalah pada adik sebagai bukti kasih sayang. Lalu dimana keadilan baginya? Rumah tak selalu menjadi opsi pertama untuk pulang, orang terdekat terkadang menjadi musuh paling kejam. Dan mereka yang lemah akan terkapar atau menjadi budak selamanya, setiap anak memiliki luka masing-masing, hanya saja cara mereka menghadapi tak selalu sama.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido