CERITA AYANA.

CERITA AYANA.

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 30, 2023
Entah apa yg di pikiran Ayana, sakit apa yg pernah di dapat sehingga membedakannya saja ia tidak bisa, terkesan jahat tapi ayana juga tidak mengerti apa yg harus ia perbuat. Membiarkan lelaki itu masuk sebagai pemenang atau hanya sebagai sebuah pertemanan. Salam sayang. Penulis meminta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan cerita ini, Cerita ini dibuat sebisa mungkin dengan kata yang memiliki makna sehingga pembaca dapat membayangkannya. Catatan: Saya adalah penulis amatiran, dan ini cerita pertama yg saya tulis, semoga kalian suka. Sama-sama belajar ya!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ArKa (End)
  • F dan Z  ( and )
  • Rendra & Lila [END]
  • Young Papa
  • 𝐏𝐄𝐏𝐑𝐎𝐌𝐄𝐍𝐎
  • Heart to you.(END)
  • My Panda
  • tentang sebuah rasa
  • LABIL

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines