Kagumi & Kaisan

Kagumi & Kaisan

  • WpView
    Reads 1,196,883
  • WpVote
    Votes 73,394
  • WpPart
    Parts 56
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 16, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Kagumi Arcadya, perempun berusia dua puluh tujuh tahun yang masih santai melajang diera gempuran teman-temannya yang sudah menikah, hamil, sudah memiliki anak atau bahkan sudah mengantar anaknya sekolah TK. Bukan Kagumi tidak laku, banyak yang datang meminta diberi kesempatan untuk memilikinya. Namun, perempuan yang sebentar lagi usianya memasuki kepala tiga itu menutup hati dan menguncinya sangat rapat kepada siapapun yang datang. Dia membentengi dirinya dengan pagar yang kokoh sehingga banyak yang menyerah sebelum bisa masuk ke dalam hatinya. Usia yang semakin bertambah membuat kedua orangtuanya gencar menyuruh Kagumi agar segera menikah. Karir Kagumi yang cemerlang masih belum cukup untuk orangtuanya, karena yang mereka inginkan adalah Kagumi yang segera menikah. Sampai sebuah perjodohan akhirnya terjadi karena Kagumi yang tidak kunjung membawa pasangan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harta, Tahta, Dendam Cinta!
  • ANGGI MAHARANI
  • Save The Date!
  • Prenuptial Agreement
  • Thirty Five (Completed)
  • TerraCotta (Completed)
  • AMNESIAL (END)
  • Takeaway

[CERITA LENGKAP] Ini akan menjadi sangat menyenangkan! Bagaimana mungkin?! Tidak ada angin, tidak ada hujan, seorang perempuan yang ternyata adalah istri dari mantan suaminya, datang ke kantor Anggun, serta memintanya untuk menjadi pengacara di perceraian mereka. Anggun tertawa sinis menatap berkas perkara yang perempuan tadi ajukan. 'Sudah tidak ada kecocokan.' "Huh alasan klasik!" Rutuknya. Toh tidak ada pasangan yang cocok seratus persen bukan? Jadi pada intinya, tinggal bagaimana pasangan saling mempertahankan. Atau bisa jadi, sebenarnya sudah ada orang ke tiga. "Hha!" Lagi-lagi perempuan itu tertawa. "Ternyata, bajingan itu kembali memakan korban." "Dasar pengkhianat!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines