Laranya Sastra

Laranya Sastra

  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, dic 25, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
"Airinda," "Hem," "Lo mau tau rahasia besar anak Sastra?" "Anak Sastra," Airinda mengalihkan atensi, menatap lelaki didepanya yang masih saja terfokus dengan coretan di canvas. "Lo udah punya anak?" tanya gadis itu. "Maksud gue anak jurusan Sastra, Airinda," gemas lelaki itu. Delara terkekeh, "Siapa suruh pertanyaan lo ambigu_" gadis itu menjeda ucapanya. "Emang anak Sastra punya rahasia apa. Pasti jampi jampi biar karyanya bagus, kan? " terka Delara dengan nada bercanda. Lelaki dihadapannya menghentikan aktivitas, menaruh kuas ditempatnya kemudian beralih menatap wajah Delara. "Jika lo berhasil membuat mereka jatuh cinta, lo akan abadi dalam karyanya," jelas lelaki itu. Delara mengangkat sebelah alisnya, bertanya. "Termasuk lo?" "Pengecualian," "Maksudnya?" "Lo bakal tau seiring berjalannya waktu," Delara membalas tatapan lelaki didepannya, tatapan yang sedari tadi ia abaikan. "Entahlah, gue capek sama lo yang penuh teka teki," "Sama Ai, gue juga pengen cepat mengakhiri nya,"
Todos los derechos reservados
#272
hexagon
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • Sudut pandang (felisha)
  • AILAH(END)✅
  • Aku Adalah Lukamu
  • Im Yours.
  • Dosen Killer | END✔
  • Kahfi dan Yumna

"Bruk!' "Aduhh pantat gue!" ringis Alya lalu menepuk-nepuk pantatnya yang baru saja berciuman dengan lantai. "Lo makanya kalo jalan pake mata!" ketus Alya. Sedangkan cowok yang didepannya hanya memasanag wajah datar andalannya. "Dimana-mana kalo jalan itu pake kaki bukan pake mata" ucap cowok sambil tersenyum sinis. "Arghh! Lo tuh ya pagi-pagi udah bikin gue kesel aja!" ucap Alya mengebu-gebu. "Bodoamat" ucap cowok itu cuek lalu melanjutkan langkahnya. "ATTHEO ADINATA BRAMASTA! GUE BENCI LO!!" teriak Alya membuat Theo menghentikan langkahnya dan membuat beberapa ornag menatap mereka berdua penasaran. Theo berbalik lalu berjalan menuju Alya yang masih dengan mukanya yang memerah karena menahan marah. "Iya sekarang lo boleh benci sama gue tapi-" Theo membungkuk badannya lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Alya. "Suatu saat lo bakalan Cinta sama gue, karena dari benci bisa jadi Cinta" bisik Theo membuat beberpa orang disana berteriak histeris, sedangkan Alya hanya mematung mendengar ucapan Theo. Setelah membisikan kata itu Theo pergi meninggalkan Alya yang masih diam mematung ditempat. Hola guyss gimana kelanjutan cerita guyss? Penasaran? Makanya baca cerita lengkapnya ya!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido