Expression (Jaemin)

Expression (Jaemin)

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 25, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Lean?" "Lean, hei?" "Lean!" Aku tersadar dari lamunanku. Lihatlah muka kebingungannya yang sedang memandangiku itu. Ah, sungguh lucu. Rasanya aku ingin memandanginya terus seharian. Aku menyukai segala hal tentangnya. Sikapnya, kata-katanya, cara berpakaiannya, kepintarannya, namanya, dan tentu saja wajah tampannya. Tapi diantara itu semua yang paling kusukai adalah ekspresinya. Wajahnya yang berubah-ubah ketika menampilkan berbagi ekspresi yang berbeda itu seolah-olah punya magnet yang bisa membuat mataku terus memperhatikannya. Ekspresinya saat tersenyum hingga matanya menyipit dan memperlihatkan deretan gigi rapinya. Ekspresinya saat fokus dikelas hingga menimbulkan kerutan didahinya. Ekspresinya saat kesal hingga membuat bibirnya sedikit maju. Ekspresinya saat- CUKUP! jika kuteruskan maka ini tidak akan menjadi sinopsis tapi sebuah buku. Intinya semua ekspresi yang ia buat sungguh menarik dimataku. Dan kuharap tuhan akan mengizinkanku untuk melihat berbagai ekspresi itu hingga aku tidak bisa bernafas lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • OKIN(oline ekin)
  • The Between
  • someone like you
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • Ratapan seorang JONES!

"Salam dari wajah sinis tak bermakna, menyimpan kecewa tanpa sepatah kata. Dengan segala hati yang terisi sepihak, membuat goresan luka kembali dan tersayat semakin dalam. Lalu air mulai menggenang di pelupuk mata, jika harus menyaksikan sang bulan bersama dengan bintang yg lain. Sangat jelas lidah kelu untuk berkata 'aku baik-baik saja' " Coretan kenangan milik Raina, gadis periang dan agresif, sebelum semuanya sirna termakan waktu. Dengan sejuta kesepiannya mengetuk pintu secara sepihak tanpa ada ketukan balasannya. Perjalanannya dengan lika liku mencari ranting yang kokoh untuk tempatnya bertengger dengan nyaman. Siapakah dia? musuh terbesarnya selalu dihadapannya memasang wajah konyol tanpa harapan. . . . Hai Guys!! udah lama nih aku gak nulis story di wattpad lagi. Mungkin ada yang sempat baca storyku yang baru beberapa chapter langsung aku hapus. Maaf ya guys, ada alasan pribadi dibalik itu semua hehe. Aku usahakan story ini gak akan aku hapus sebelum tamat. Aku usahakan. see ya!! Enjoy Reading!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines