Nert And Parasite

Nert And Parasite

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 25, 2022
Ketika sebuah perjuangan yang sudah lama di perjuangkan, namun usai karna adanya perbedaan, salma hanya wanita buruk rupa yang mencintai laki laki yang sempurna Penampilan nya yang kurang rapi dan wajah nya yang rusak membuat dirinya harus menerima cemooh dari teman laki lakinya dan bullyan dari teman perempuan nya Tidak mudah menjalani hidup seperti ini, Yang mudah adalah membicarakan hidup orang lain yang serba kekurangan, Menyakitkan ketika kita hidup di era gempuran orang tidak introfeksi diri, Semua yang kita lakukan akan selalu salah, salah dan salah Salahkah? jika aku berjuang Demi cinta yang selama ini aku ingin dapatkan Salahkah?jika aku menaruh perasaan, Kepada orang yang lebih dariku #yang kepo capcus baca.... cover :by salma author:livia
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • False Hopes
  • Cinta Sang Prajurit 2 : Seragam Berdarah (End)
  • [2] Keluarga Kaktus | Ondah Family
  • i'm not bad and i'm not perfect
  • serpihan hati
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • between love and edelweiss 2 [END]

Setiap manusia memiliki kesalahannya masing-masing. Tak ada satu pun yang benar-benar sempurna. Dan tak ada pula yang sepenuhnya terbebas dari khilaf, dari dosa, dari luka yang ia ciptakan sendiri... atau yang ia warisi tanpa pernah memintanya. Begitu pula dengan seorang gadis yang masih terjebak dalam kebingungan tentang dirinya sendiri. Ia tidak tahu ke mana harus melangkah, tidak tahu arah mana yang layak ia sebut sebagai tujuan. Di antara sunyi dan gelap, ia bertanya... apakah dirinya masih pantas untuk diampuni? Apakah kesalahan dan dosa yang menempel di hatinya masih bisa dimaafkan? Hidupnya terasa seperti berjalan di lorong panjang tanpa cahaya. Tanpa penerangan. Tanpa pegangan. Tanpa payung yang mampu melindunginya dari derasnya hujan kenyataan. Ia hidup, namun seolah tidak benar-benar memahami untuk apa ia hidup. Ia melupakan kewajiban, mengabaikan panggilan hati, hingga perlahan kehilangan jati dirinya sendiri. Dan ketika seseorang kehilangan dirinya... apakah masih ada jalan untuk kembali? Publish : Juni 2024 The End : Juni 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines