WARNING!!! Mature content. Be wise reader, oke? Take the good part, and leave the bad side behind❤️
-----
"Yaudah, kita putus aja!" Adalah omong kosong paling konyol yang akhirnya Kania dengar dari bibir Arga, pacarnya. Atau harus dia panggil mantan sekarang?
Pikir laki-laki itu, Kania akan menangis meraung-raung menerima diputuskan tanpa alasan?
Kania tertawa miring membayangkannya. Arga hanya tidak tahu, memutuskan Kania adalah keputusan paling bodoh yang akan segera laki-laki itu sesali ke depannya.
Karena sekarang, di pelukan Kania, adalah seseorang yang mampu memaksa Arga bersujud hanya dengan tatapan. Dan seseorang itu sudah bertekuk lutut di hadapan Kania.
"We're gonna married soon."
"Hmm .... Lagian kamu udah dapat freepass dari ayah, kan."
"Jadi?" Pria yang sedari tadi hanya diam memperhatikan tingkah Kania, kini menyeringai bengis. Mengangkat badan mungil Kania seperti tanpa beban, lantas dibaringkan dengan lembut di atas ranjang.
"I want eat my dessert." Yang dihadiahi lenguhan lirih dari bibir Kania. Karena demi Tuhan, tangan prianya sudah mendarat mantap di atas gundukan dadanya, memberi remasan lembut yang mengundang Kania berjengit kecil.
"Let me eat you," bisik si pria dengan suara rendah tepat di depan telinga Kania.
"Don't cross the line, Resa-ah. Fuck!" Si perempuan mengumpat keras saat Resa benar-benar menelusupkan tangan di balik kemeja tipis Kania.
"I've done this, Miss. Just accept me tonight." Resa menggigit leher Kania seduktif. "Than, I'll do my job to destroy my brother."
Kania menyelipkan tangan di antara rambut Resa, tertawa di sela napasnya yang tersengal. Welcome to the hell, Arga.
Sebuah pernikahan yang menyiksa bagi Kia, ia harus menikahi pria paling mengerikan yang pernah ia jumpai. Marco benar-benar pria yang tidak ada belas kasihan, dia bisa membunuh istrinya sendiri demi keinginannya sendiri, hal yang paling menyakitkan adalah saat Marco melempar tubuhnya dari lantai tiga dan yang membuat Kia tidak bisa berpikir dengan jernih adalah saat ia terbangun kembali setahun sebelum kejadian mengerikan itu.