We are Happy Girls

We are Happy Girls

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 26, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Tentang 3 Sahabat yang sama-sama di bebani ekspetasi oleh orang-orang egois disekitar mereka" "Semoga kita bisa bareng sampe untill Jannah ya." Kiya "Till Neraka yang ada kita mah."Meli "wkwkw tenang gw mah backinganya najla, nanti tinggal nitip nama aja kalo dia masuk surga." Gina Mau liat anak-anak yang keluarga nya utuh tapi didalam nya runtuh? "Hidup kami itu untuk bahagia, kalo belum bahagia belum boleh mati. Tapi kalo udah mati duluan, tapi belum bahagia itu rahasia ilahi."
All Rights Reserved
#891
bestie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Empty | 00L NCT Dream
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Ujung Samudra
  • Bukan Kita D.A.N
  • Perihal Sandwich(End)
  •  𝟕 𝐑𝐚𝐠𝐚 𝟏 𝐑𝐚𝐬𝐚 || 𝐄𝐍𝐇𝐘𝐏𝐄𝐍 [𝐎𝐧𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • BANDHANA
  • The Snow Cold
  • Our Emergency Calls

Di panti asuhan adalah hal yang bahagia untuk mereka. Byan yang tidak tau keberadaan kedua orang tuanya dan hanya di nafkahi oleh kakek dan neneknya yang sedang mengurus perusahaan di luar kota bahkan luar negeri, Arlen yang jarang bisa merasakan kehangatannya sebuah keluarga dan hanya bisa merasakannya saat runtuh atau berhasil, Galih yang merupakan anak dari ibu dan bapak dari panti asuhan dan merupakan anak tunggal, dan yang terakhir adalah Juna yang tidak tau arti kehangatan keluarga sebenarnya itu apa. Punya banyak teman, punya adik-adik asuh, juga bertemu dengan banyak orang tua yang terpaksa menitipkan anaknya ke panti untuk urusan di luar kota bahkan ada yang sampai di luar negara. Bagi Byan, bertemu dengan teman-temannya adalah keberkahan sesungguhnya. Kalau ada yang mau merawatnya pun, dia tak butuh. yang di butuhkan adalah tiga sahabat nya. Mereka sudah saling bergantung satu sama lain. Bahkan kalau bisa, Byan menyerahkan hidupnya demi kebahagiaan sahabatnya. "Sahabat gue harus tau rasanya kebahagiaan." -Byan "Kita itu satu. Kita tetap kita. Empat tetap empat. Ga kurang, ga lebih." -Arlen "Yang gue butuh itu kalian. Gue butuhnya kalian. Selain kalian, ga ada lagi!" -Galih "Dari kecil bareng, sedih bareng, main bareng, nangis pun bareng. Makan aja kadang bareng. Kalau mati? gue sendiri aja. Lo semua bahagia aja dulu, ya?" -Juna [100% FICTION] [Friendship] [Harsh words]

More details
WpActionLinkContent Guidelines