Binar itu Sinar

Binar itu Sinar

  • WpView
    Reads 410
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 22, 2023
"Jika dalam kisah ini kau bisa mencintaiku, maka biarlah kefanaan yang membersamaiku" Rasanya ingin menyerah menggapai sesuatu yang secara jelas bukan untuk kita. Segala mimpi tergabung menjadi satu dan membentuk untaian berupa setangkai bunga yang telah layu. Mencintaimu bukanlah kehendakku, bukan juga mimpiku. Tapi saat kau hadirkan setumpuk atensi, membuatku enggan untuk menjauhimu. Dan segalanya berubah ketika kau tahu tentang perasaanku yang tak pernah kau duga sebelumnya. Aku mencintaimu!. Setelah kejadian itu sikapmu berubah, dingin. Namun, segalanya berubah ketika aku bertemu dengan seorang guru yang merupakan juri lomba debat. Bersamaan dengan itu, banyak juga misteri yang perlahan mulai terungkap. Ini hanyalah sebuah kisah masa SMA, namun daya ketidaksanggupanku menggapaimu melahirkan sebuah cerita awal dalam hari-hariku menata rasaku kembali. ~Marsha
All Rights Reserved
#593
kisahkasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He is not My Best Friend (End)
  • Rasa Tanpa Kata
  • Me,You and the story we went through.
  • Aksara Bercerita
  • ARA - REVISI
  • Kelas A [End]
  • the story about you (✔)
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • SELESAI (Say Goodbye)

Kata orang, persahabatan antara laki-laki dan perempuan tak semuanya berjalan mulus. Tahu kenapa? Ya, karena pasti akan terlibat sebuah perasaan. Perasaan yang entah itu hanya dimiliki satu orang saja, ibarat bertepuk sebelah tangan. Atau juga perasaan yang terbalas, istilahnya kedua-duanya memang memiliki rasa yang sama. Awalnya aku mengenyah hal tersebut, karena selama ini aku bisa hidup dengannya sejak kecil tanpa terlibat perasaan. Iya, itu pada saat aku masih menginjak kelas delapan sekolah menengah pertama. Waktu terus berjalan. Sampai pada akhirnya, perasaan yang ku genggam erat dan tak akan mungkin menyukai sahabatku sendiri, nyatanya pupus. Saat kelulusan kelas sembilan aku baru sadar. Kalau aku memiliki rasa sayang bahkan cinta pada sahabatku sendiri. Namun, sampai saat ini aku tidak tahu. Apakah kami memiliki rasa yang sama atau hanya aku yang memiliki rasa seperti itu? Jadi, apa ini akan berakhir cinta bertepuk sebelah tangan? Photo cover by pinterest. Created by me and don't copy my story!

More details
WpActionLinkContent Guidelines