Story cover for YOUNGEST CHILD by aimblue-E
YOUNGEST CHILD
  • WpView
    LECTURAS 151
  • WpVote
    Votos 44
  • WpPart
    Partes 8
  • WpView
    LECTURAS 151
  • WpVote
    Votos 44
  • WpPart
    Partes 8
Continúa, Has publicado dic 26, 2022
Sebuah cerita dari gadis bernama Kelly,lebih tepatnya Brekele. Gadis itu sangat membenci namanya. Pasalnya, dia anak bungsu yang lahir dari rahim seorang wanita yang sudah mendekati expaired. Mempunyai empat orang kakak dan satu abang.tiga diantaranya sudah menikah,membuat Kelly jadi anak bungsu dengan jarak usia jauh berbeda.Dan kelahirannya kedunia membuat abangnya,Adam semakin kegirangan. Dapat mainan baru,katanya.

"Ih jorok banget sih!." 

"Tapi lo suka kan!." 

"Najis! Itu bau,njir!." Bentak ku.

"Nih ambil,cuciin." Katanya tanpa beban.

"Enak aja! Emang lo suami gue yang harus dilayani!." Aku membalas ucapannya.

"Yaudah,nanti lo jadi istri gue aja,ya." 

Aku seketika menggeleng kuat dan menutup hidung ku dengan rapat. Kaos kakinya yang bau tak kunjung ia singkirkan.

"Ogah! Gak mungkin gue mau sama elo! Lo bukan tipe suamiable." 

Dia menaikkan kedua alisnya." Kalo gitu,ajarin dong supaya bisa jadi suamiable." 

Sumpah! Zayn memang separah itu. Selalu mengerjaiku,mengataiku jelek. Lihat saja ucapannya itu hanya buaian semata.

"Pergi gak! Sono ganti baju!." Aku mengusirnya.

Berat,itu yang kurasakan saat berusaha mendorong tubuhnya.

"Zayn!!!." 

Aku sangat marah.

Dan sifat aslinya keluar. Dia menarik kedua ikat sepatuku dan langsung lari terbirit-birit. Tak lupa dengan ejekan khasnya.

"BREKELE...."

"Zayn anjing!." 

Itulah mengapa Kelly sangat benci namanya sendiri. Menjadi bahan bully bagi seorang Zayn yang notabenya anak basket.

Gundah, itu yang dirasakan Kelly.

^_^

Gass,gass,gass

Follow

Vote

Dan komen

Start: 26/12/22
End   :

Copyright@by pinterest
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir YOUNGEST CHILD a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#90kelly
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Capricorn de Baperterussss
11 partes Continúa
"Aku suka sama Kak Al." Rea mengatakannya tanpa ragu. Tenang. Pelan. Tapi dalam dadanya, jantungnya berdebar seperti genderang perang. Lapangan basket sore itu sepi. Matahari sudah tenggelam separuh, menyisakan semburat jingga yang menggantung di langit. Angin membawa bau rumput basah dan suara tiang ring basket yang berderit pelan. Di tengah sunyi itu, Rea berdiri, seragamnya masih rapi, rambutnya dikuncir seadanya, dan matanya menatap Kak Al, lurus. Alvano menoleh, pelan. Keringat masih menempel di pelipisnya, dan bola basket tergenggam di tangan kirinya. Ia diam. "Apa tadi?" tanyanya, suaranya rendah. Tidak kaget. Tapi juga tidak menjawab. Rea menarik napas. Ia benci mengulang. Tapi kali ini berbeda. "Aku suka sama Kak Al," ulangnya, lebih lirih. "Dari awal aku lihat Kakak main di lapangan. Aku tahu ini mungkin... aneh. Tapi aku cuma pengen jujur." Ia tidak terbiasa berkata seperti ini. Tidak terbiasa membeberkan isi hati. Tapi Rea bukan pengecut. Ia adalah seseorang yang lebih takut menyesal karena diam daripada malu karena gagal. "Aku tahu Kakak mungkin nggak mikir apa-apa. Tapi aku cuma pengen bilang," lanjutnya. "Supaya kalau besok-besok aku canggung atau... ngelihatin Kakak diam-diam, Kakak tahu alasannya." Sunyi. Kak Al memutar bola basket di ujung jarinya. Lalu berhenti. Tatapannya tidak tajam, tapi ada sesuatu yang menggantung di dalamnya. Berat. "Rea..." katanya. Lembut. Tapi nadanya membuat dada Rea mengeras. "Kamu manis. Kamu juga berani. Tapi..." Rea mengangguk pelan, mencoba tersenyum meski wajahnya menegang. "Aku udah punya pacar." Deg. Rea tidak menangis. Tidak mundur. Tidak bertanya siapa. Ia hanya berdiri. Diam. Lalu berkata, "Nggak apa-apa, Kak." Yang tidak dia tahu, pacar Kak Al itu... adalah Dara. Kakaknya sendiri. Dan semuanya... baru saja dimulai.
Bad Papa de lois_MILM
57 partes Concluida
Kairaci harus menanggung beban yang sama sekali tidak pernah dipikirkannya. Di usianya yang tepat 23 tahun, Kairaci harus menikah dengan duda anak 1. Tragisnya lagi, sang duda tidak pernah menganggap anak bayinya hidup. Keluarga besarnya meminta dia menikahi Seun, seorang anak konglomerat kaya raya, agar bengkel milik keluarganya berubah menjadi bisnis besar. Seun tentu saja tidak setuju dengan perjodohan itu. Seun berusaha mempermalukan Raci di depan keluarganya. Raci terlihat seolah-olah seperti gadis yang ingin menikahi lelaki kaya agar dapat merebut seluruh harta suaminya. Perjodohan itu pun digagalkan karena Seun mencintai Liette, pacarnya saat ini. Raci merasakan trauma gagal menikah karena kejadian menyakitkan itu. Namun suatu malam, Seun mencari Raci untuk menikahinya dengan alasan yang tidak Raci ketahui. Tentu saja bukan karena Seun tiba-tiba mencintai Raci. Karena desakan orang tuanya, Raci akhirnya menikahi Seun meski pun Raci tahu dia akan menderita. Menghadapi seorang Seun yang dingin, suka menyakiti lewat kalimat, selalu ingin dituruti dan gengsinya selangit. *** Kenapa?" "Lo masih mau jadi ibunya Christian?" "Gue mau tetap jadi ibu Christian sampe kapan pun, bahkan kalau semua ini udah berakhir buat kita berdua," jawabku. "Kalo gitu, tungguin gue," ujar Seun yakin sambil mencengkram kedua pundakku. "Gue harus nungguin lo pulang kantor lagi? Sekarang aja ngomongnya, lo mau minta pisahkan? Suratnya mana?" "Kenapa pikiran lo selalu tentang pisah?" tanya Seun. "Bukannya lo emang mau pisah? Gue juga udah muak sama hubungan ini, kalo lo bawa pacar lo terang-terangan di depan gue kayak gini," ujarku. "Liette bukan pacar gue, gue gak pernah selingkuh dari lo," balas Seun. "Lo berani-beraninya ngomong kayak gitu di depan gue, sementara cewek yang lo bilang bukan selingkuhan lo, lagi nunggu di dalam mobil, siap buat berangkat kerja bareng sama lo. Kalo bukan pacar apa namanya? Calon istri?"
BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [ON GOING] de Fratkn
66 partes Continúa
Sebutan wanita rendahan yang orang lain sematkan padanya tak membuat gadis itu menyesali keputusannya. Awalnya ia berpikir demikian, sampai di mana dirinya bertemu dengan sosoknya yang bagai hutan luas. Memberikan kesan tenang diawal, namun menyesatkan saat terlalu jauh melangkah. Perasaan gelisah menghantui seolah pohon-pohon itu siap menelannya dalam keterpurukan saat tak menemukan jalan pulang. Hanya ada hijau, seperti sorot matanya yang begitu dalam. Tak sampai di situ, rentetan kejadian tak terduga yang mengubah hidup dan cara pikirnya membuat Widari menyesali pilihannya. Kata 'andai', hanya sebatas kata yang tak bisa tercapai. Kehilangan orang-orang terkasih membuatnya tersadar, kini hidupnya tak lagi berarti. Keegoisan untuk hidup berdasarkan pilihannya sendiri kini ia sesali. Sosok baru datang. Seorang yang tempat asalnya masih abu-abu, sosok yang tak bisa Widari nilai dengan mudah, punggung lebar yang berdiri di hadapannya, melindunginya tanpa alasan yang jelas, mencoba menerobos masuk tanpa ia beri kesempatan. Hingga akhirnya memilih berakhir, mengakhiri takdir menyedihkan bersamanya dalam keputusasaan dan kehilangan... ____ ____ ● Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari oleh penulis. ●Semua dalam cerita hanya fiksi semata dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli seseorang. ____ ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA, BERUPA VOTE & KOMEN~ ----- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk dinikmati dan tidak untuk menyinggung pihak manapun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ----- PERINGATAN! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN! PLAGIAT HARAP MENJAUH! ___ NOTE : JIKA TIDAK MENYUKAI WATAK KARAKTER DALAM CERITA INI DIPERSILAHKAN UNTUK BERHENTI MEMBACA ATAU BACA CERITA SAYA YANG LAIN. ____ Publikasi: 15-05-2024 ____ Pictures: Canva & AI
WHEN DESTINED (END) de putriHumairamaharani
38 partes Concluida
🦋DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🦋 🦋WD (WHEN DESTINED)🦋 🦋28 BAB + 4 EKSTRA PART🦋 🦋BAKAL DI REVISI SESUAI MOOD🦋 Pernikahan paksa yang mau tidak mau tetap harus di lakukan oleh Veena dan Vincent. Bagaimana jadinya jika kedua remaja labil tersebut di satukan dalam sebuah ikatan pernikahan yang sudah di rencanakan jauh-jauh hari oleh kedua keluarga mereka? "L-Lo mabuk?" Tanya Veena ketika mencium aroma alkohol dari mulut Vincent. "Vin-" CUP. "Kenapa lo harus pulang bareng sama dia?" "Kalo lo emang mau pulang seharusnya lo bisa ngehubungin gw! bukan malah nerima ajakan dari dia!" rancau Vincent. "..." "JAWAB!!!" "Lo anggep gw apa hah!" bentak Vincent. "Vi-vincent.. kayaknya lo udah terlalu banyak minum, lebih baik lo balik ke kamar sekarang," ucap Veena. "Ikut gw," ajak Vincent yang langsung menarik tangan Veena dan membuka pintu kamar miliknya lalu setelah memasuki kamar tersebut dengan cepat Vincent mengunci kamarnya dan membuang asal kunci pintu kamarnya tersebut. "Vi-vincent L-lo mau ngapain?" Tanya Veena dengan panik dan perlahan demi perlahan mundur ketika melihat Vincent mulai melangkah mendekati dirinya. "Bukannya kita udah nikah? gw rasa deal-deal aja kalo malem ini gw minta hak gw sebagai suami lo," ucap Vincent. "Le-lepasin gw!!!" Teriak Veena sambil menangis. "Gw mau hak gw malam ini..." bisik Vincent dengan suara serak yang terdengar sangat sexy. 🦋🦋🦋 Peringkat paling mengesankan #1 cerpen #3 remaja #1 incident #2 romansa #2 perjodohan #3 cerita pendek #1 accident #4 hamil #2 happyending #4 dijodohin #1 bahagia INSTAGRAM @afama.fafa99 WATTPAD @putriHumairamaharani
Zenna Story de Senaaraini
37 partes Continúa
Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!
Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END] de Fratkn
56 partes Concluida
"Lo gak sadar? Kita sama-sama hancur. Gak ada keharmonisan dikeluarga kita. Tapi lo bermimpi buat membangun rumah tangga sama gue? Lo pikir bisa? Lo yakin gak akan buat tuh anak menderita dengan kelakuan kita di masa depan? Lo yakin bisa jadi orang tua yang baik sedangkan darah lo mengalir dari dna seorang yang paling lo benci?!" "Lo mau buat gue mati ngenes kayak almarhumah nyokap lo? Atau mau sama-sama saling selingkuh kayak keluarga gue? JAWAB ZINO!" Kina hanya sekedar mantan kok bagi Zino. Iyakah? Tapi yakin hanya mantan? Memangnya ada mantan cemburu ketika melihat dia bersama yang lain? Ada ya mantan yang masih peduli? Mantan yang justru marah sampai berujung nikah? Nikahnya kepaksa karena situasi. Tapi perasaannya tulus dari hati. Mereka seperti sepasang sepatu yang melalui masalah hidup bersama dan melangkah tanpa arah yang jelas. Berusaha menemukan tempat terbaik sebagai tempat tujuan. Bagaimanakah cara dua broken home yang tak pernah merasakan kehangatan keluarga itu menciptakan sebuah keluarga yang harmonis demi buah hati mereka? Mampukah mereka menjadi orang tua yang baik? Sedangkan dalam hidup mereka sendiri tak pernah menemukan sosok yang bisa dijadikan sebagai panutan hidup. ____ ●Kalimat dalam cerita tidak baku ●Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAKNYA SETELAH MEMBACA. BERUPA VOTE & KOMEN~ ---- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk menghibur dan tidak untuk menyinggung pihak manapun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ---- PERINGATAN..! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN..! PLAGIAT HARAP MENJAUH..! ___ Publikasi: 24-09-2023 ____
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Capricorn cover
Bad Papa cover
SOLITUDES cover
BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [ON GOING] cover
WHEN DESTINED (END) cover
Arsyilazka cover
Kalau Sudah Jodoh, Mau Bagaimana Lagi?  cover
Zenna Story cover
Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END] cover

Capricorn

11 partes Continúa

"Aku suka sama Kak Al." Rea mengatakannya tanpa ragu. Tenang. Pelan. Tapi dalam dadanya, jantungnya berdebar seperti genderang perang. Lapangan basket sore itu sepi. Matahari sudah tenggelam separuh, menyisakan semburat jingga yang menggantung di langit. Angin membawa bau rumput basah dan suara tiang ring basket yang berderit pelan. Di tengah sunyi itu, Rea berdiri, seragamnya masih rapi, rambutnya dikuncir seadanya, dan matanya menatap Kak Al, lurus. Alvano menoleh, pelan. Keringat masih menempel di pelipisnya, dan bola basket tergenggam di tangan kirinya. Ia diam. "Apa tadi?" tanyanya, suaranya rendah. Tidak kaget. Tapi juga tidak menjawab. Rea menarik napas. Ia benci mengulang. Tapi kali ini berbeda. "Aku suka sama Kak Al," ulangnya, lebih lirih. "Dari awal aku lihat Kakak main di lapangan. Aku tahu ini mungkin... aneh. Tapi aku cuma pengen jujur." Ia tidak terbiasa berkata seperti ini. Tidak terbiasa membeberkan isi hati. Tapi Rea bukan pengecut. Ia adalah seseorang yang lebih takut menyesal karena diam daripada malu karena gagal. "Aku tahu Kakak mungkin nggak mikir apa-apa. Tapi aku cuma pengen bilang," lanjutnya. "Supaya kalau besok-besok aku canggung atau... ngelihatin Kakak diam-diam, Kakak tahu alasannya." Sunyi. Kak Al memutar bola basket di ujung jarinya. Lalu berhenti. Tatapannya tidak tajam, tapi ada sesuatu yang menggantung di dalamnya. Berat. "Rea..." katanya. Lembut. Tapi nadanya membuat dada Rea mengeras. "Kamu manis. Kamu juga berani. Tapi..." Rea mengangguk pelan, mencoba tersenyum meski wajahnya menegang. "Aku udah punya pacar." Deg. Rea tidak menangis. Tidak mundur. Tidak bertanya siapa. Ia hanya berdiri. Diam. Lalu berkata, "Nggak apa-apa, Kak." Yang tidak dia tahu, pacar Kak Al itu... adalah Dara. Kakaknya sendiri. Dan semuanya... baru saja dimulai.