YOUNGEST CHILD

YOUNGEST CHILD

  • WpView
    GELESEN 174
  • WpVote
    Stimmen 44
  • WpPart
    Teile 8
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Jan. 14, 2023
WpInfo
Fanfic
1Direction
Sebuah cerita dari gadis bernama Kelly,lebih tepatnya Brekele. Gadis itu sangat membenci namanya. Pasalnya, dia anak bungsu yang lahir dari rahim seorang wanita yang sudah mendekati expaired. Mempunyai empat orang kakak dan satu abang.tiga diantaranya sudah menikah,membuat Kelly jadi anak bungsu dengan jarak usia jauh berbeda.Dan kelahirannya kedunia membuat abangnya,Adam semakin kegirangan. Dapat mainan baru,katanya. "Ih jorok banget sih!." "Tapi lo suka kan!." "Najis! Itu bau,njir!." Bentak ku. "Nih ambil,cuciin." Katanya tanpa beban. "Enak aja! Emang lo suami gue yang harus dilayani!." Aku membalas ucapannya. "Yaudah,nanti lo jadi istri gue aja,ya." Aku seketika menggeleng kuat dan menutup hidung ku dengan rapat. Kaos kakinya yang bau tak kunjung ia singkirkan. "Ogah! Gak mungkin gue mau sama elo! Lo bukan tipe suamiable." Dia menaikkan kedua alisnya." Kalo gitu,ajarin dong supaya bisa jadi suamiable." Sumpah! Zayn memang separah itu. Selalu mengerjaiku,mengataiku jelek. Lihat saja ucapannya itu hanya buaian semata. "Pergi gak! Sono ganti baju!." Aku mengusirnya. Berat,itu yang kurasakan saat berusaha mendorong tubuhnya. "Zayn!!!." Aku sangat marah. Dan sifat aslinya keluar. Dia menarik kedua ikat sepatuku dan langsung lari terbirit-birit. Tak lupa dengan ejekan khasnya. "BREKELE...." "Zayn anjing!." Itulah mengapa Kelly sangat benci namanya sendiri. Menjadi bahan bully bagi seorang Zayn yang notabenya anak basket. Gundah, itu yang dirasakan Kelly. ^_^ Gass,gass,gass Follow Vote Dan komen Start: 26/12/22 End : Copyright@by pinterest
Alle Rechte vorbehalten
#50
zayn
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Zenna Story
  • Capricorn
  • Salah Target [Unpublish]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Arsyilazka
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • MY LOVE STORY

Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien