Dyk? It's Hurt

Dyk? It's Hurt

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 26, 2022
Pedih, sebuah perasaan yang menyakitkan Mengiris hati dan mengoyak jiwa Mengalir ke dalam darah, membeku di tulang Dan tak pernah bisa hilang, meski kita mencoba untuk melupakannya Pedih, sebuah rasa yang teramat sangat Mengalir ke setiap sudut, menjalari seluruh tubuh Menguap dari mulut, menetes dari mata Dan tak pernah terasa lebih ringan, meski kita mencoba untuk tersenyum Pedih, sebuah cobaan yang harus kita hadapi Meski seringkali terasa tak tertahankan Tapi kita harus terus berjuang, mencari kekuatan Dan tak pernah menyerah, karena hidup terus berlanjut
All Rights Reserved
#13
qotd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • 𝑭𝒓𝒐𝒎 𝑴𝒆 𝒕𝒐 𝑴𝒚𝒔𝒆𝒍𝒇✨ | 𝓓𝓲𝓪𝓻𝔂 𝓛𝓸𝓿𝓮 𝓜𝔂𝓼𝓮𝓵𝓯✨
  • Ruang Hidup (SUDAH TERBIT)
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • ELBRASTA
  • Ahira Kala
  • Daily Quotes
  • CORETAN PENA BAGIAN 1
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • Bertahan Sedikit Lagi✓

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

More details
WpActionLinkContent Guidelines